Pembicaraan Terbaru Nuklir Iran Berakhir, Para Delegasi di Wina Sepakat Lanjutkan Negosiasi

0
238

Teheran, LiputanIslam.com –  Pertemuan Komite Bersama Perjanjian Nuklir Iran dengan kelompok 4+1 (Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman) berakhir di Wina, Austria, Kamis malam (9/12).

Pertemuan itu dilakukan dalam rangka perundingan Wina yang bertujuan untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir.  Amerika Serikat (AS) melakukan perundingan secara tidak langsung dengan Iran melalui para pihak dalam perjanjian tersebut. Namun, menurut pengumuman Kemlu AS, delegasinya yang berpartisipasi dalam negosiasi akan tiba di Wina pada akhir pekan ini.

Utusan Rusia untuk negosiasi Wina, Mikhail Ulyanov, di Twitter menyebut pertemuan itu berlangsung “singkat dan konstruktif,” dan bahwa “para peserta melihat kesamaan dalam sikap mereka, termasuk mengenai keharusan menyudahi negosiasi Wina guna menghidupkan kembali perjanjian nuklir dengan cepat dan sukses.”

Wakil Presiden Komisaris Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Enrique Mora, yang juga merupakan koordinator negosiasi dan pemimpin pertemuan Wina, dalam pernyataan kepada media  tak lama setelah pertemuan itu berakhir mengatakan, “Ada pendapat dan sudut pandang yang berbeda. antara pihak-pihak yang berunding,… Pekerjaan sedang dilakukan untuk mendekatkan mereka dan mengatasi perbedaan.”

Dalam seminggu terakhir, Iran telah mempresentasikan proposal pencabutan sanksi dan masalah nuklir, yang dianggap pihak Barat bertentangan dengan apa yang dicapai selama putaran sebelumnya. Mora menekankan “perlunya setiap proposal didasarkan pada apa yang dicapai negosiasi pada 20 Juni” lalu dalam putaran keenam.

Dia menekankan bahwa Badan Energi Atom Internasional “akan menjadi satu pihak” untuk setiap kesepakatan dengan Iran. Dia juga menyebutkan bahwa para delegasi mengumumkan kesiapan mereka tinggal di Wina sampai kesepakatan dicapai untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir.

Sementara itu, kepala negosiator Iran, Ali Bagheri Kani, menyatakan,  “Pihak lawan memiliki keinginan yang lebih serius untuk terlibat dalam negosiasi yang efektif dan bermanfaat.”

Mengenai perbedaan pendapat soal pencabutan sanksi selama negosiasi Wina, Bagheri Kani mengatakan, “Pencabutan sanksi berkaitan dengan kemauan serius dan kesiapan operasional mereka, dan ketika kami merasakan adanya kemauan itu maka kami dapat bergerak menuju pencabutan sanksi.”

Dia menambahkan,  “Penghapusan sanksi akan membawa terobosan serius untuk mencapai kemajuan dalam negosiasi, terutama pada masalah nuklir”. Dia menyebut sanksi AS baru-baru ini terhadap 12 individu dan entitas Iran sebagai “tindakan tidak konstruktif dan mengganggu.”

Bagheri Kani menjelaskan bahwa beberapa pihak yang bernegosiasi menyatakan keberatan mereka terhadap sanksi ini dan menuntut Washington menghindari “langkah-langkah destruktif.” (mm/alaraby/isna)

Baca juga:

Iran Tetapkan Lima Prasyarat dalam Perundingan Nuklir di Wina

Jubir IRGC: Para Pengikut Martir Qasem Soleimani Melanjutkan Perjuangan, Israel akan Hancur

 

DISKUSI: