Iran Tetapkan Lima Prasyarat dalam Perundingan Nuklir di Wina

0
451

Teheran, LiputanIslam.com –  Delegasi Iran dilaporkan telah menetapkan lima prasyarat dalam pembicaraan nuklir di Wina, Austria, yang akan dimulai lagi pada hari ini, Kamis (9/12).

Saluran berita Al Mayadeen, Rabu (8/12), mengutip sumber-sumber informasi bahwa delegasi Iran, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Ali Bagheri Kani untuk Urusan Politik dan perunding nuklir terkemuka, telah menetapkan lima syarat dalam pembicaraan Wina.

Iran antara lain menuntut penghapusan semua sanksi terkait JCPOA dan sanksi-sanksi dengan berbagai label lain serta menunut jaminan verefikasi penghapusan sanksi.

Sumber anonim itu mengatakan bahwa Teheran juga telah mensyaratkan kompensasi atas kerusakan yang terjadi pada Iran terkait masalah nuklir, dan semua pihak kembali mematuhi perjanjian nuklir.

Menurut laporan itu, Iran memastikan tak mungkin dicapai kesimpulan cepat dalam pembicaraan nuklir, dan menyebut pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris belakangan ini sebagai ‘pesan intimidasi yang tidak dapat diterima’.

“Kami telah mempresentasikan dua draft ke pihak JCPOA lainnya, draft ini dapat dinegosiasikan dan diubah, dan delegasi Iran sedang menunggu pendirian Eropa,” ungkap sumber tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian menegaskan kembali pendirian negaranya bahwa AS harus menghapus semua sanksi terhadap Iran.

Amir Abdollahian di harian Rusia Kommersant menyebutkan bahwa implementasi penuh dan efektif Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) serta peningkatan hubungan komersial dan kerjasama ekonomi berkelanjutan dengan Iran harus menjadi tujuan utama pembicaraan Wina.

Mengacu pada dimulainya kembali pembicaraan setelah enam putaran negosiasi yang tak kunjung membuahkan hasil akibat sikap dan tuntutan berlebihan AS, Abdollahian  menekankan bahwa tujuan utama pembicaraan Wina adalah pemenuhan hak bangsa Iran dan penghapusan sanksi yang telah diberlakukan secara sepihak oleh AS terhadap Iran menyusul penarikan Washington dari kesepakatan nuklir  pada bulan Mei 2018. (mm/mna/fna)

Baca juga:

Israel Cemaskan ‘Diplomasi Senyum’ Iran-UEA

Iran Kecam Obral Senjata Prancis di Kawasan Teluk Persia

DISKUSI: