Pejuang Irak Serang Pasukan AS, Empat Tentara Tewas

0
393

Baghdad, LiputanIslam.com –  Kelompok-kelompok pejuang di Irak mengumumkan pihaknya telah melumpuhkan sebuah konvoi logistik militer dan membunuh empat tentara AS di Baghdad, ibu kota Irak.

Dalam sebuah pernyataannya, Senin (14/6), mereka mengumumkan keberhasilannya melakukan peledakan di sebuah pangkalan militer yang ditempati pasukan AS.

“Berkat pertolongan Allah Azza wa Jalla dan bertolak dari operasi syar’i kami terhadap pasukan pendudukan AS yang zalim, putra-putra kalian dari kelompok pejuang multinasional berhasil melancarkan sebuah operasi militer khusus di dalam tempat perlidungan pasukan pendudukan di dalam Bandara Baghdad tepat pada pukul 23.00,” bunyi pernyataan itu.

Mereka juga menyatakan,  “Tepatnya di jalur penghubung antara Pangkalan Victoria dan Pangkalan Udara Syahid Al-Ala’, mereka telah menyerang sebuah konvoi logistik pasukan pendudukan. Konvoi itu terdiri atas empat mobil Land Cruiser putih dan dua kendaraan militer.  Operasi pelumpuhan konvoi ini menewaskan empat tentara yang mengemudikan mobil Land Cruiser.”

Seperti diketahui, berbagai pihak di Irak mendesak pemerintah Baghdad agar segera mengeluarkan pasukan asing dari Irak menyusul insiden serangan militer AS yang menggugurkan jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani dan rekan seperjuangannya, Abu Mahdis al-Muhandis, wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, pada 3 Januari 2020.

Dan pada Jumat 23 Januari 2020 terjadi unjuk rasa jutaan rakyat Irak di Baghdad untuk menandai tuntutan mereka agar tentara AS angkat kaki dari Irak.

Desakan hebat itu lantas berbuah undang-undang yang disahkan parlemen Irak dan menugaskan kepada pemerintah Baghdad agar mengeluarkan pasukan asing.

Dengan latar demikian para pejuang Irak  kerap menyerang pangkalan-pangkalan yang ditempati pasukan AS di Negeri 1001 Malam ini.  (mm/alalam)

Baca juga:

Diserang Roket Pejuang Irak, Pasukan AS Tembak Jatuh Drone di atas Bandara Baghdad

Tak Ada Bukti Memberatkan, Petinggi al-Hashd al-Shaabi Akhirnya Dibebaskan

DISKUSI: