Baghdad,LiputanIslam.com-Sumber-sumber di al-Hashd al-Shaabi mengabarkan, salah seorang petinggi organisasi ini di Provinsi al-Anbar, Qasim Muslih, telah dibebaskan karena “tidak adanya bukti-bukti yang memberatkan dirinya.” Sebelum ini, Muslih ditangkap atas tuduhan terorisme dan pembunuhan para pengunjuk rasa Irak.
Al-Alam melaporkan, media-media sosial di Irak memublikasikan foto-foto Muslih setelah ia dibebaskan. Dia mendapat sambutan hangat warga di Provinsi Karbala.
Laporan menyebutkan, Muslih telah dibawa dari rumah Pemimpin al-Hashd al-Shaabi ke rumahnya sendiri di Karbala.
Penangkapan Muslih, yang berperan besar dalam pembebasan Provinsi al-Anbar dari ISIS, memicu kehebohan di dunia politik Irak. Penangkapan itu mencurigakan karena dilakukan dengan helikopter AS dan personel Pasukan Khusus Irak.
Muslih adalah salah satu Komandan al-Hashd al-Shaabi dalam melawan teroris dan pelacakan tempat-tempat persembunyian mereka di gurun barat Irak. Dia termasuk musuh nomor satu ISIS di al-Anbar. Dalam rentang tahun 2003 hingga 2011 di masa pendudukan Irak oleh Tentara AS, dia dikurung selama 3,2 tahun di sebuah penjara Inggris di Basrah.
Muslih dikenal karena menghalangi konvoi-konvoi AS yang secara ilegal memasuki Irak via tanah Suriah dan perbatasan al-Anbar. (af/alalam)