Pejabat AS: Pertahanan Udara Iran Sedang “Siaga Tinggi”

0
129

Washington, LiputanIslam.com –  Seorang pejabat Amerika Serikat  (AS) mengatakan bahwa negaranya mendapatkan beberapa laporan intelijen yang menyebutkan bahwa Iran telah menetapkan status “siaga tinggi”  pada sebagian pertahanan udara dalam beberapa hari terakhir.

Menurut laporan CNN, Jumat (17/7/2020), pejabat AS yang mengikuti perkembangan situasi itu menjelaskan bahwa siaga demikian berarti bahwa baterai pertahanan udara Iran siap untuk menembak sasaran “yang diyakini sebagai ancaman”.

Pejabat anonim itu tidak menyebutkan bagaimana negaranya mendapatkan informasi itu, namun satelit, pesawat mata-mata, dan kapal AS dilaporkan rutin beroperasi di jalur internasional terdekat, dan intensif memantau Iran.

Kekhawatiran utama AS, lanjutnya, terletak pada kemungkinan “serangan” Iran dengan cara yang tidak dapat diprediksi karena Teheran curiga akan diserang oleh Israel atau AS.

“Taktik militer Iran untuk membuat pertahanan udara dalam keadaan siaga mungkin tidak benar-benar mengatasi potensi ancaman yang mereka bayangkan. Semua serangan sepenuhnya dilakukan di darat, tanpa indikasi adanya jet tempur, peluncur, atau rudal yang diluncurkan terhadap Iran,” kata pejabat itu.

Baca: Pertama Kali, Iran Ungkap Kerugiannya Akibat Serangan Militer Israel di Suriah

Dia menduga status siaga itu bukan bagian dari pelatihan, melainkan merupakan respons terhadap serangkaian insiden yang terjadi belakangan ini, karena Iran khawatir terhadap kemungkinan menghadapi ancaman yang tidak diketahui.

Beberapa insiden ledakan dan kebakaran terjadi di berbagai lokasi di Iran belakangan ini, dan kemudian muncul spekulasi keterlibatan Israel di baliknya, meski pejabat AS telah mengkonfirmasi bahwa Israel membantahnya.

Video: Kebakaran di Pelabuhan Iran, 7 Kapal Rusak

Insiden paling serius di antaranya terjadi  di situs nuklir Natanz Iran pada 2 Juli, ketika kebakaran menyebabkan kerusakan pada sebuah bangunan. Situs itu pernah menjadi target serangan cyber Stuxnet pada tahun 2010. (mm/amn)

DISKUSI: