Pasukan Zionis Bunuh Dua Orang Palestina di Tepi Barat

0
114

Ramallah, LiputanIslam.com  Pasukan Rezim Zionis Israel membunuh dua orang Palestina, satu  pekerja berusia 32 tahun dan yang lain seorang remaja, di wilayah pendudukan Tepi Barat, Selasa (5/7).

Kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan bahwa pasukan Zionis menyerang Ahmad Harb Ayyad di dekat tembok pemisah di kota Tulkarm di bagian barat laut Tepi Barat.

Mereka menghajar dan membunuh Ayyad yang mencoba melintasi tembok itu untuk mencapai tempat kerjanya di wilayah pendudukan.

Rezim Zionis mulai membangun tembok pemisah, yang dikenal oleh orang Palestina sebagai “Tembok Apartheid,” pada tahun 2002, dengan dalih demi menangkal serangan orang Palestina.

Dua tahun kemudian, Mahkamah Internasional memutuskan bahwa tembok itu melanggar hukum internasional karena sangat membatasi pergerakan warga Palestina melintasi wilayah pendudukan, serta menyebabkan penghancuran dan penyitaan tanah dan properti mereka.

Keluarga Ayyad mengatakan pasukan Israel telah menyerahkan jenazah Ayyad kepada keluarganya di Jalur Gaza, di mana dia dimakamkan di pemakaman lokal.

Kementerian luar negeri Otoritas Palestina, yang berkantor pusat di Ramallah, Tepi Barat, mengutuk pembunuhan Ayyad dan menganggap rezim Israel bertanggung jawab “sepenuhnya dan langsung” atas kejahatan itu.

Kementerian itu juga “menyeru PBB dan komunitas internasional untuk memberikan perlindungan kepada orang-orang Palestina di wilayah pendudukan, yang dibunuh setiap hari” .

Saluran al-Alam milik Iran melaporkan bahwa pasukan Israel  juga telah menembak mati seorang remaja Palestina di kota Majd al-Krum di bagian utara wilayah pendudukan.

Mengutip sumber-sumber lokal, Al-Alam menyebutkan bahwa pemuda itu tewas dalam konfrontasi dengan pasukan Israel, yang juga telah melukai warga Palestina lainnya.

Sumber tersebut menambahkan bahwa pasukan Zionis menempatkan warga Palestina yang terluka itu ke dalam tahanan.

Pada tahun ini pasukan Israel telah membunuh lebih dari 65 warga Palestina, termasuk reporter Al Jazeera Shireen Abu Akleh, yang ditembak mati oleh rezim Israel di kota Jenin,Tepi Barat, pada 11 Mei lalu. (mm/presstv)

Baca juga:

Rilis Hasil Investigasi Teror Abu Akleh, AS Disebut Lebih Memihak Israel ketimbang Warganya

Palestina Minta Masyarakat Internasional Hentikan Penggalian Tanah Al-Aqsa oleh Israel

DISKUSI: