Pasukan Yaman Minta Para Investor Asing Pindahkan Modal dari Saudi dan UEA ke Negara lain

0
355

Sanaa, LiputanIslam.com   Jubir Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree Hari ini mengimbau para investor asing di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) UEA “mengalihkan investasi mereka ke negara lain” dengan alasan “investasi di UEA dan Arab Saudi penuh resiko”.

“Saudaraku investor, untuk memastikan bahwa Anda tidak kehilangan lebih banyak, Anda harus memindah investasi Anda dari negara agresor ke negara lain, karena berinvestasi di sana, seperti UEA dan Arab Saudi, penuh risiko. Tersedia kesempatan,” ungkap Saree di halaman Twitter-nya, Selasa (4/10).

Sebelumnya di yang hari yang sama, Dewan Tinggi Ekonomi di Sanaa, ibu kota Yaman, mengumumkan tindak lanjut pengiriman pesan terakhir kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam “penjarahan kekayaan negara Yaman” agar menghentikan penjarahan, sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan, sebagai pelaksanaan arahan Kepala Dewan Tinggi Politik, Mahdi Al-Mashat.

Sabtu lalu, Dewan Tinggi Ekonomi mengirim pemberitahuan kepada berbagai perusahaan dan entitas bahwa mereka harus secara permanen berhenti menjarah kekayaan negara Yaman.

Beberapa hari lalu, Yahya Saree meminta perusahaan asing “yang menjarah kekayaan Yaman agar serius menanggapi peringatan pemimpin revolusi (Sayid Abdul Malik al-Houthi).”

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 2 April 2022 antara Sanaa dan koalisi yang dipimpin Arab Saudi belum diperbarui.

Agustus lalu, PBB mengumumkan perpanjangan waktu dua bulan untuk gencatan senjata tersebut, setelah sebelumnya juga diperpanjang pada 2 Juni.

Senin lalu, kepala perunding Yaman Muhammad Abdul Salam mengungkap perkembangan terbaru perpanjangan gencatan senjata di tengah komunikasi dengan Koordinator Uni Eropa untuk Urusan Politik.

Di Twitter dia menyatakan, “Kami menerima telepon dari Koordinator Uni Eropa untuk Urusan Politik, dan kami pun mengkonfirmasi pendirian kami yang sudah diketahui mengenai perlunya mencairkan gaji semua karyawan dan pensiunan, dan mengakhiri pembatasan sewenang-wenang di pelabuhan Hodeidah dan Bandara Sanaa.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Pasukan Yaman Beri Ultimatum Perusahaan Minyak Asing Tinggalkan Saudi dan UEA

PBB Mengaku Sesali Gagalnya Perpanjangan Gencatan Senjata Yaman

 

DISKUSI: