Pasukan Yaman Beri Ultimatum Perusahaan Minyak Asing Tinggalkan Saudi dan UEA

0
189

Sanaa, LiputanIslam.com   Angkatan Bersenjata Yaman memperingatkan kepada perusahaan-perusahaan minyak yang bekerja di Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi agar bersiap-siap dan meninggalkan dua negara ini selagi pasukan koalisi yang dipimpin Saudi tidak konsistensi kepada perjanjian gencatan senjata.

“Angkatan Bersenjata (Yaman) memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan minyak yang bekerja di UEA dan Saudi untuk mengatur keadaannya dan beranjak pergi selagi negara-negara agresor Amerika-Saudi tidak konsistensi kepada gencatan senjata yang memungkinkan bangsa Yaman menggunakan haknya untuk memanfaatkan kekayaan minyaknya untuk menggaji para pegawai pemerintah Yaman. Orang yang sudah memperingatkan kiranya dapat dimaklumi, ” ungkap Jubir Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree di halaman Twitter-nya, Minggu (2/10).

Saree menegaskan, “Angkatan bersenjata kami dapat menyingkirkan Saudi dan UEA dari sumber daya masing-masing jika keduanya bersikeras untuk merampas sumber daya rakyat Yaman kami, dan pihak yang memulai adalah lebih zalim.”

Dia menambahkan, “Segala sesuatu mungkin saja terjadi, karena bangsa kami adalah pihak yang benar, dan sanggup mengambil haknya setiap kali jalan damai di depannya buntu, maka tetaplah bersama kami.”

Senada dengan ini, Komisi Tinggi Ekonomi pemerintah Sanaa mengirim pemberitahuan kepada semua perusahaan dan entitas bahwa mereka harus secara permanen berhenti menjarah kekayaan kedaulatan Yaman, mulai Minggu 18.00 waktu setempat.

Beberapa hari yang lalu, Yahya Saree mengimbau kepada perusahaan-perusahaan asing “yang menjarah kekayaan Yaman agar serius merespon peringatan pemimpin revolusi (Sayid Abdul-Malik al-Houthi).”

Dalam pidato terbaru pada peringatan HUT ke-8 Revolusi 21 September, Sayid Al-Houthi memperingatkan koalisi pimpinan Saudi dan semua perusahaan asing yang berkolusi dengannya agar tidak terus menjarah kekayaan nasional Yaman. (mm/raialyoum)

Baca juga:

[Video:] Heboh, Gambar Patung-Patung Keemasan Raksasa Mohamed bin Salman Viral

Menlu Iran Ungkap Perkembangan Dialog Teheran dengan Riyadh

DISKUSI: