PBB Mengaku Sesali Gagalnya Perpanjangan Gencatan Senjata Yaman

0
172

Sanaa,LiputanIslam.com– Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg pada Minggu malam (2/1) mengabarkan tidak tercapainya kesepakatan perpanjangan gencatan senjata. Ia mengatakan,”Saya prihatin karena hari ini tidak ada satu pun kesepakatan yang diraih.”

“Saya berterima kasih atas interaksi konstruktif kedua belah pihak di level pimpinan dalam pekan-pekan lalu. Saya akan meneruskan pekerjaan dan berusaha mencari solusi bersama dengan kedua belah pihak,”imbuh Grundberg dalam statemen yang dirilis kantornya.

“Saya juga meminta dari pihak-pihak yang terlibat konflik untuk melaksanakan komitmen mereka terhadap rakyat Yaman demi menindak lanjuti semua jalan yang berujung kepada perdamaian. Pada akhirnya, orang-orang Yaman harus mengakhiri konflik melalui sebuah proses politik menyeluruh dan solusi perundingan.”

Grundberg mengeksekusi proposal PBB untuk gencatan senjata sementara di Yaman sejak 6 bulan lalu. Masing-masing gencatan senjata berdurasi 2 bulan dan telah berlangsung selama 3 periode atas persetujuan kedua belah pihak.

Dalam rentang waktu ini, Pemerintah Sanaa telah menyetujui gencatan senjata demi mengurangi penderitaan rakyat Yaman. Meski demikian, Koalisi Saudi masih melanjutkan blokade dan melanggar gencatan senjata dengan terus melancarkan agresi.

Dengan mempertimbangkan kondisi gencatan senjata yang tidak ideal menyusul berlanjutnya pelanggaran Koalisi Saudi dan blokade atas Yaman, kelompok Ansharullah pun menolak perpanjangan gencatan senjata. (af/alalam)

DISKUSI: