Sanaa, LiputanIslam.com –  Tentara Yaman dan para pejuang Lijan Shabiya yang berafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) melancarkan serangan balasan dengan melesatkan rudal Badr 1-P terhadap kamp komando Brigade 19 pasukan penjaga perbatasan Arab Saudi di Bi’ir Askar, Najran, Jumat (27/12/2019).

Juru bicara militer Yaman Brigjen Yahya Saree dalam statemennya tentang ini memastikan rudal itu tepat mengena sasaran sehingga menyebabkan puluhan tentara Saudi, termasuk seorang perwira, tewas dan luka.

Dia menegaskan bahwa serangan ini merupakan “balasan yang sah dan wajar” terhadap kejahatan rezim Saudi di mana yang terbaru di antaranya ialah serangan terhadap warga sipil di Pasar al-Raqw di distrik Monabbih, provinsi Sa’dah, Yaman.

Baca: Saudi Serang Pasar Hingga Jatuh Puluhan Korban, Tentara Yaman Mengancam akan Membalas

Rudal tersebut merupakan rudal balistik jarak pendek generasi pintar yang bekerja dengan bahan bakar padat serta memiliki kelebihan berupa presisinya dalam membidik sasaran, dan telah sukses dalam beberapa ujicoba di mana yang terbaru di antaranya ialah serangan terhadap kamp pasukan bayaran dari Sudan di kawasan Pantai Barat Yaman.

Presisi rudal ini menghasilkan pesan tegas mengenai daya cegah Yaman – di depan aksi Saudi mencoba melakukan kejahatan di Raqw di tengah suasana yang relatif tenang di berbagai front- untuk kembali memperkuat perimbangan pencegahan dengan pola bahwa “bermain api menyebabkan kebakaran”.

Baca: Setelah Menggempur Pasar di Yaman, Ini Komentar Aliansi Saudi-UEA

Para pengamat menyebutkan bahwa serangan rudal ini dengan sendirinya juga memperkuat daya tawar Yaman dalam penyelesaian di masa mendatang serta mempertegas pula bahwa agresi Saudi yang akan memasuki tahun ke-enam justru telah menambah tingkat kesiapan dan kemampuan Sanaa dalam pencegahan strategis.

Kelompok pejuang ini juga menyebut Prancis turut bertanggungjawab atas kejahatan  itu karena senjata yang digunakan dalam serangan itu berasal dari Prancis.

Laporan terbaru dari PBB menyatakan sebanyak 17 orang tewas akibat serangan brutal tersebut, 12 di antaranya imigran dari Ethiopia.

PBB mengecam keras serangan ke pasar tersebut, dan mencatat peristiwa ini sebagai kasus yang ketiga kalinya pasar mendapat serangan militer. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*