Pasukan Turki Mendadak Tinggakan Pos-Pos Militer Strategisnya di Suriah

0
272

Ankara, LiputanIslam.com – Turki dilaporkan telah menarik pasukannya dari tujuh pos pengamatan militer strategis di barat laut Suriah dan dari daerah yang dikendalikan pemerintah Suriah ke daerah yang dikendalikan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Ankara.

Laporan itu dinyatakan oleh sebuah sumber Turki, Jumat (18/12), dan tergolong sebagai tindakan mengejutkan.

Sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu menjelaskan bahwa pengosongan terakhir selesai pada Kamis malam, dan bahwa pasukan Turki dikerahkan kembali di wilayah yang dikendalikan oleh pasukan yang didukung Ankara sesuai perjanjiannya dengan Moskow.

“Masalahnya bukan dalam bentuk penarikan pasukan atau pengurangan jumlah mereka, kondisi itu hanya terkait dengan perubahan lokasi,” katanya.

Militan Suriah mengatakan Turki menempatkan 10.000-15.000 tentara di barat laut Suriah, bersama militan oposisi yang didukungnya serta militan yang telah berkomitmen untuk perlucutan senjata dan keterlindungan mereka.

Pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia telah mengepung beberapa pos militer Turki tahun lalu. Turki saat itu berjanji untuk mempertahankan eksistesinya di sana, tapi kemudian mulai mundur sejak Oktober lalu.

Turki mendirikan puluhan pos militer di wilayah tersebut pada tahun 2018 sebagai bagian dari kesepakatannya yang tak berkelanjutan dengan Rusia dan Iran untuk meredakan pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok oposisi bersenjata. Ankara mendukung pasukan yang memerangi Bashar al-Assad, sementara Moskow dan Teheran mendukung pemerintah Suriah. (mm/railayoum)

Baca juga:

Jaafari: Barat Jadikan Dewan Keamanan sebagai Bonekanya

Suriah Adukan Kejahatan Perang Turki ke PBB

DISKUSI: