Pasukan Israel Bunuh Satu Pemuda Palestina dan Lukai 130 Lainnya di Tepi Barat

0
120

AlKhalil, LiputanIslam.com –  Satu pemuda Palestina gugur dan lebih dari 130 lainnya menderita diserang pasukan Zionis Israel, Jumat (1/4).

Sumber-sumber lokal yang dikutip kantor berita resmi Palestina Wafa menyebutkan bahwa pemuda Palestina Ahmad Younis al-Atrash, 29 tahun,  ditembak mati oleh pasukan Israel dalam bentrokan di pusat kota al-Khalil (Hebron), tepi Barat.

Wafa melaporkan, “Dia berpartisipasi dalam protes mingguan terhadap penjajahan Israel ketika dia ditembak dan terluka parah oleh tentara Israel. Al-Atrash dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan medis, di mana dia meninggal karena lukanya.”

Kantor berita Maan menyebutkan al-Atrash ditembak di bagian dada oleh penembak jitu Zionis yang dikerahkan di daerah dekat Jalan al-Shalala dan Jalan al-Shuhada di pusat kota al-Khalil.

Ayah Younis al-Atrash berkata, “Allah memuliakan kami dengan kesyahidannya, dan dia bergabung dengan pamannya, Syahid Akram, dan para sahabat syahid kami yang lain.”

Al-Atrash dilaporkan pernah mendekam di penjara Israel selama enam tahun sebagai tahanan politik.

Dalam kerusuhan di Al-Khalil itu puluhan pengunjuk rasa Palestina juga menderita sesak napas akibat menghirup gas air mata ketika bentrokan hebat meletus antara pemuda dan pasukan Zionis di dekat Jalan al-Shuhada.

Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa massa pemuda Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel, yang membalasnya dengan peluru tajam dan gas air mata hingga menyebabkan lebih dari 130 pemuda terluka.

Menanggapi gugurnya Al-Atrash, faksi Jihad Islam Palestina justru menyerukan peningkatan aksi-aksi resistensi dengan semua bentuknya, termasuk dengan mengangkat senjata “demi mencegah pihak pendudukan dan warga pemukim (Zionis) membunuhi kita dan menghalalkan darah kita di semua tempat di tanah kita”.

Secara terpisah, tiga orang warga Palestina juga cedera di hari yang sama setelah pasukan Israel menyerang massa pengunjuk rasa anti-pendudukan di desa Qaryut di provinsi Nablus, dan desa Bil’in di provinsi Ramallah, Tepi Barat.

Gelora resistensi bangsa Palestina belakangan ini meningkat di semua bagian wilayah mereka sebagai reaksi atas berlanjutnya kejahatan Rezim Zionis berupa judaisasi Quds, penghancuran rumah, perampasan tanah serta penganiayaan dan penangkapan orang-orang Palestina.

Tak kurang dari 10 operasi serangan telah dilakukan oleh orang-orang Palestina selama bulan Maret hingga menewaskan 11 orang Israel tewas dan melukai 17 lainnya. (mm/presstv/raialyoum)

Baca juga:

Hamas Janjikan ‘Ledakan Kebangkitan yang Lebih Menyakitkan’

Hizbullah: Pertemuan Sebagian Negara Arab dengan Israel tak Dapat Memberi Keamanan bagi Israel

DISKUSI: