Pasukan Israel Bunuh Gadis Palestina di Jenin, Hamas Serukan Konfrontasi

0
155

Jenin, LiputanIslam.com   Pasukan Zionis Israel membunuh seorang gadis Palestina berusia 16 tahun dalam serangan militer di kota Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa gadis bernama Jana Majdi Zakarneh itu ditembak di bagian kepalanya oleh pasukan Zionis pada dini hari Senin (12/12).

Media setempat menyebutkan bahwa Zakarneh ditembak mati ketika sedang berdiri di atap rumahnya, dan sedikitnya dua warga Palestina lainnya terluka oleh tembakan pasukan Israel dalam serangan itu.

Pasukan khusus Israel Ahad lalu menyerbu  Jenin dan kamp pengungsinya pada sekitar pukul 22:00 waktu setempat serta melakukan penangkapan dan terlibat konfrontasi dengan para pemuda dan militan pejuang Palestina.

Militer Israel  semula menyatakan pihaknya “menyadari adanya tuduhan pembunuhan seorang wanita Palestina”, dan sedang menyelidiki masalah tersebut.

Associated Press kemudian melaporkan bahwa militer Israel mengakui bahwa pasukannya secara fatal menembak seorang gadis remaja Palestina, dan menyatakan bahwa dia terkena tembakan tak disengaja, yang ditujukan kepada orang-orang bersenjata di daerah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel menyatakan penyelidikan awal menemukan gadis itu “terkena tembakan yang tidak disengaja yang ditujukan kepada orang-orang bersenjata” di atap terdekat.

Pernyataan itu menambahkan pasukan Israel melepaskan tembakan setelah gerilyawan lokal melemparkan bom molotov dan melepaskan tembakan ke arah mereka.

Atta Abu Rmeileh, seorang pejabat lokal di Jenin, mengumumkan aksi mogok umum di kota ini pada hari Senin untuk berkabung atas gugurnya Zakarneh.

Bersamaan dengan ini, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyerukan mobilisasi massa melawan pasukan militer Israel dan melancarkan serangan terhadap pemukim Zionis di seluruh wilayah pendudukan.

Zakarneh adalah satu di antara 50-an anak Palestina di bawah umur yang dibunuh oleh Israel sepanjang tahun ini di wilayah pendudukan Tepi Barat, Quds  Timur, dan Jalur Gaza. Dia juga merupakan satu di antara total 215 orang Palestina, termasuk 17 wanita, yang terbunuh pada tahun 2022.

PBB menyatakan bahwa tahun 2022 telah menjadi tahun paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat sejak tahun 2006.

Situasi di lapangan bergolak sejak tahun lalu. Aksi Penggerebekan dan pembunuhan yang dilancarkan oleh militer Israel di pelbagai kota dan desa Palestina terjadi hampir setiap hari, bersamaan dengan meningkatnya serangan bersenjata Palestina, serta peningkatan serangan pemukim Zionis terhadap warga Palestina.

Penggerebekan terutama difokuskan pada kota Jenin dan Nablus di bagian utara Tepi Barat, tempat tumbuhnya perlawanan bersenjata Palestina.

Pada Kamis pekan lalu pasukan Israel membunuh empat warga Palestina, termasuk remaja Diaa Rimawi, 15 tahun, dalam serbuan di Jenin dan Ramallah. (mm/aljazeera/presstv)

Baca juga:

Israel: Pengibaran Bendera Palestina oleh Timnas Maroko di Qatar Tak Mewajili Raja Mohammad VI

Harian Zionis: Orang-orang Palestina Semakin Berani Hadapi Israel

DISKUSI: