Pasukan Elit Iran Umumkan Peningkatan Jarak Jangkau Rudal Maritimnya

0
89

Teheran, LiputanIslam.com –  Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa Iran memiliki rudal maritim berjarak jangkau lebih dari 1000 km. Bersamaan dengan ini Angkatan Bersenjata Iran memamerkan beberapa prestasi barunya di bidang pertahanan.

“Kisaran tertinggi rudal laut kami adalah 45 km di era Thaghut (rezim Pahlavi pada 40-an tahun silam), tapi sekarang jangkauan rudal kami meningkat menjadi 700 km,” ungkap Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh, Ahad (27/9/2020).

“Kami memiliki rudal lain dengan jangkauan lebih dari 1000 km yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata,” tambahnya.

Dia bersumbar bahwa musuh Iran sadar dan takut menyaksikan besarnya kekuatan negara republik Islam itu.

“Kami akan membuat mereka bertekuk lutut dan kami, sebagai perwakilan bangsa Iran di Teluk Persia, akan menjadi penjaga,” ujarnya.

Pada hari itu Pasukan Dirgantara IRGC memamerkan generasi baru rudal laut balistik Zolfaqar yang dinamai “Zolfaqar Basir” dalam pameran pencapaian strategisnya di Teheran.

Rudal itu berkemampuan untuk mencapai target di laut dengan jangkauan 700 km.

Sebelumnya, dengan memiliki rudal yang dinamai “Teluk Persia” dan “Hormuz”,  jangkauan rudal balistik maritim Iran diumumkan sejauh 300 km, tetapi sekarang dengan memproduksi rudal Zolfaqar Basir jangkauannya meningkat menjadi 700 km.

Pada 20 Agustus Iran juga memamerkan rudal jelajah baru yang dinamai “Syahid Abu “ yang berjarak jangkau lebih dari 1000 kilometer.

Sementara Pasukan Darat Angkatan Bersenjata Iran dalam sebuah upacara pada hari Minggu mengungkapkan tujuh pencapaian di bidang pertahanan.

Dialporkan bahwa pencapaian itu mencakup robot penyelamat “Masih”, mesin piston drone, sistem komunikasi lompat frekuensi tinggi, robot tempur cerdas Caracal, peluncur ganda bernama Hadaf 2, kendaraan taktis Gohar 4.4, dan kendaraan upgrade 26.40.

Wakil Komandan Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Mohammad Hossein Dadras menyebut negaranya berdiri tegak dalam industri pertahanannya meskipun dikenai sanksi keras AS, dan bahkan tidak ada negara regional yang memiliki kemampuan seperti Iran.

“Meski kami tidak memiliki pesawat tempur F35, peralatan kami bukanlah barang pinjaman dan kami juga bukan boneka kekuatan besar di kawasan. Kami justru mampu mengubah sanksi menjadi peluang untuk maju dan menggapai inovasi dan swasembada dalam pembuatan peralatan (militer) yang istimewa, ”katanya.

Dia menambahkan bahwa senjata dan peralatan tempur Barat di tangan negara-negara di kawasan bukannya membuat mereka lebih perkasa dan dihormati, tapi malah kerap disebut sebagai sapi perah bagi Barat.

Dadras menjelaskan  bahwa negaranya sekarang dapat membuat jet tempur, tank, artileri, helikopter, rudal darat-ke-darat dan jarak pendek, drone, serta banyak senjata dan peralatan lainnya meskipun mendapat sanksi selama beberapa dekade. (mm/fna)

Baca juga:

AL Iran: Armada AS Tak Sadar Kami Pantau Saat demi Saat

AU Iran Luncurkan Radar Semikonduktor Anti-Target Siluman

DISKUSI: