Pasukan Ansarullah Gempur Wilayah Saudi dan Rebut Satu Lagi Kawasan di Ma’rib

0
729

Sanaa, LiputanIslam.com –   Tentara Yaman dan para pejuang Lijan Shaabiya (Ansarullah/Houthi) atau kubu Sanaa, ibu kota Yaman,  berhasil membebaskan sebuah lingkungan di bagian tengah provinsi Ma’rib.

Media lokal, Kamis (18/3), melaporkan bahwa pasukan Yaman membebaskan daerah pegunungan al-Atif di distrik Sirwah, Ma’rib, pada Rabu malam setelah mereka bertempur sengit melawan teroris al-Qaeda dan pasukan koalisi pimpinan Saudi.

Mereka menambahkan bahwa pertempuran saat ini sedang berlangsung antara pasukan Yaman dan militan yang berafiliasi dengan Saudi di daerah Idat al-Rai Sirwah.

Sementara itu, jet-jet tempur Saudi membombardir barat Ma’rib setidaknya 12 kali dalam beberapa jam terakhir.

Provinsi Ma’rib yang kaya minyak dan gas  tercatat sebagai benteng terakhir pasukan yang didukung Saudi di Yaman utara.

Sebelumnya, juru bicara Ansarullah, Mohammed Abdul-Salam, mengatakan bahwa Ma’rib telah berubah menjadi salah satu pangkalan militer terpenting pasukan pendudukan, dan pertempuran untuk pembebasannya telah berlangsung sejak awal perang.

Sementara itu, juru bicara tentara Yaman Brigjen Yahya Saree, Kamis, mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan drone ke Bandara Internasional Abha, Saudi.

“Dengan pertolongan Allah, Unit Pasukan Pesawat Nirawak (UAV) telah melancarkan operasi serangan ke Bandara Internasional Abha pada target militer penting dengan pesawat nirawak tipe Qasif 2K, dan mengena target secara akurat,” ungkap Saree di halaman Twitter-nya.

Di bagian lain, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman di Sanaa, Mohammad Ali Al-Houthi, di hari yang sama menegaskan, “Ansarullah menghentikan serangannya terhadap Uni Emirat Arab (UEA) sejak negara ini mengumumkan penarikan pasukannya dari Yaman.”

Dia menjelaskan, “Dengan suatu cara, surat dari Sang Pemimpin, Sayid Abdul Malik Al-Houthi, telah sampai ke UEA. Dia menasehatinya agar berhenti (menginvasi Yaman), dan setelah itu Abu Dhabi mengumumkan secara resmi penarikan pasukannya, dan lalu berhenti pula serangan terhadapnya.”

Beberapa jam setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan penghentian dukungan negaranya kepada serangan koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman, UEA pada Oktober 2020 mengumumkan penghentian intervensi militernya dalam krisis Yaman.

Ali Al-Houthi menegaskan, “Jika Saudi mengumumkan penarikannya dari Yaman sebagaimana dilakukan UEA maka pemboman terhadap Saudi juga akan berhenti.”

Sehari sebelumnya dia juga memperingatkan bahwa “tak ada solusi politik di negara ini (Yaman) sebelum penghentian agresi dan keluarnya pasukan pendudukan”. (mm/mna/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Perang Ma’rib, AS dan Saudi Gagal Bendung Serangan Ansarullah

Kecamuk Perang Ma’rib dan Memuncaknya Tekanan Barat Terhadap Sanaa

DISKUSI: