Parlemen Yordania Puji Kemenangan Suriah dan Serukan Pemulihan Keanggotaan Suriah di Liga Arab

0
367

Amman, LiputanIslam.com –  Ketua parlemen Yordania Abdul Karim Al-Daghmi menyerukan pemulihan keanggotaan Suriah sepenuhnya dalam Liga Arab pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mendatang organisasi ini di Aljazair pada bulan Maret 2022.

“Kita, sebagai Parlemen Arab, harus menekan pemerintah kita dan meminta para pemimpin kita untuk memberi lampu hijau kembalinya Suriah ke Liga Arab ketika KTT berikutnya diadakan di Aljazair, dan juga untuk mengizinkan delegasinya berpartisipasi dalam sesi Parlemen Arab sebagaimana dahulu,” seru Daghmi dalam konferensi pers di sela-sela sidang Parlemen Arab di Amman, Kamis (23/12).

Dia juga menegaskan, “Sekarang saatnya bagi Suriah untuk kembali ke asal Arabnya dan bergabung kembali dengan Liga Arab. Hari ini, kita harus membangun kemenangan yang diraih oleh saudara-saudara kita di Suriah dan Irak atas kelompok teroris; meningkatkan upaya kita dalam mendukung persatuan, keamanan dan stabilitas negara serta integritas wilayah negara kita; dan menolak segala bentuk campur tangan, agar generasi demi generasi menikmati keamanan dan terbuka jendela masa depan menjanjikan yang berhak di dapat oleh dua bangsa yang besar ini.”

Pada 3 Oktober lalu Raja Yordania Abdullah II menerima panggilan telepon dari Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan terjadi percakapan pertama kalinya antara keduanya setelah mengalami ketegangan hubungan selama sekira satu dekade.

Pengadilan Kerajaan Yordania menyatakan keduanya telah membahas hubungan antara “negara-negara bersaudara dan cara-cara peningkatan kerjasama di antara mereka.”

Abdullah II menegaskan dukungan negaranya kepada “upaya yang dilakukan untuk menjaga kedaulatan, stabilitas, integritas teritorial, dan rakyat Suriah.”

Kantor berita resmi Suriah, SANA, saat itu melaporkan bahwa Assad menelepon Abdullah untuk membahas hubungan bilateral dan “memperkuat kerja sama demi kepentingan kedua negara dan bangsa.”

Di Aljazair, Presiden Abdelmadjid Tebboune juga telah menyerukan pemulihan keanggotaan Suriah di Liga Arab. Dia menyatakan bahwa negara-negara Arab tidak akan menyelesaikan perbedaan mereka jika Damaskus dikeluarkan dari organisasi regional ini.

SANA menyebutkan bahwa pada konferensi pers bersama dengan sejawatnya dari Tunisia, Kais Saied, di Tunis pada 15 Desember, Tebboune mengatakan Suriah harus bergabung kembali dengan Liga Arab agar orang-orang Arab dapat bersatu kembali.

Tebboune memastikan negaranya akan menjauhi diskriminasi dan tidak akan memperlakukan negara mana pun secara berbeda dengan negara lain ketika menjadi tuan rumah KTT Liga Arab.

Liga Arab membekukan keanggotaan Suriah pada November 2011 dengan dalih Damaskus melakukan penumpasan oposisi. Suriah mengecam langkah itu dan menyebutnya “ilegal dan pelanggaran terhadap piagam Liga Arab.”

Suriah adalah salah satu dari enam negara  pendiri Liga Arab pada tahun 1945. Karen itu, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Bashar Jaafari Rabu lalu menyatakan, “Kami tidak meninggalkan Liga Arab karena kami adalah salah satu negara pendirinya.” (mm/presstv/raialyoum)

Baca juga:

Damaskus Sebut Arab anti-Suriah Kini Jumlahnya Kecil dan Minoritas

Mengapa Israel Mendadak Mengaku Terlibat dalam Pembunuhan Jenderal Soleimani?

 

DISKUSI: