Damaskus Sebut Arab anti-Suriah Kini Jumlahnya Kecil dan Minoritas

0
402

Damaskus, LiputanIslam.com –  Pemerintah Damaskus mencibir Saudi sebagai pelaksana agenda Barat, menuding Qatar berusaha menghalangi pulihnya keanggotaan Suriah dalam organisasi Liga Arab, dan menyatakan bahwa sekarang negara-negara Arab yang anti-Suriah jumlahnya kecil dan minoritas.

Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Bashar Jaafari kepada saluran TV Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Rabu (22/12), memastikan Qatar menghalangi partisipasi Damaskus dalam pertemuan-pertemuan Liga Arab.

“Kami tidak meninggalkan Liga Arab karena kami adalah salah satu negara pendirinya, dan kami juga tidak meninggalkan pakaian nasional kami. Damaskus tidak menerima syarat apapun yang dikenakan padanya untuk berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan Liga Arab,” katanya.

Dia menambahkan, “Tak ada keraguan bahwa Qatar menghalangi partisipasi Damaskus dalam pertemuan Liga Arab, padahal ada keterbukaan Arab kepada Suriah sebagaimana terlihat jelas dari kunjungan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (ke Suriah).”

Jafaari juga menyinggung Hamas dengan menyatakan bahwa Damaskus sudah menutup mata dan mengabaikan rasa sakit yang pernah dialaminya akibat dukungan Hamas kepada oposisi dan pemberontakan di Suriah meski pemerintah Suriah tak pernah kendur dalam menyokong perjuangan Hamas melawan Israel.

“Damaskus telah mengangkat rasa sakit yang dideritanya atas Hamas, dan mengajak semua ke Suriah,” ujarnya.

Mengenai pernyataan-pernyataan panas Arab Saudi anti-Suriah belakangan ini, Jaafari mengatakan, “Suriah terlampau besar untuk menanggapi pernyataan siapapun pejabat Saudi di sana sini. Riyadh masih menerapkan agenda-agenda non-Arab, dan kebijakannya bergantung pada agenda-agenda Barat.”

Dia lantas menekankan, “Kami berinteraksi secara bilateral dan normal dengan 14 kedutaan besar negara-negara Arab di Damaskus, sedangkan pihak yang menentang Suriah adalah minoritas.” (mm/alalam)

Baca juga:

Rusia: Pertahanan Udara Suriah Rontokkan 7 dari 8 Rudal Israel dalam Serangan Terbaru

Mediasi Mesir Gagal, Gaza Berpotensi Bentrok lagi dengan Tel Aviv

 

DISKUSI: