TEKS LENGKAP Pernyataan Bersama Israel, UAE, dan AS

0
172

Tel Aviv, LiputanIslam.com–Israel dan Uni Emirat Arab mencapai perjanjian pada Kamis (13/8) yang akan mengarah pada “normalisasi hubungan penuh” kedua negara. Menurut laporan, perjanjian ini dibantu terwujud oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Perjanjian tersebut dianggap sebagai pukulan telak bagi upaya penghentian penjajahan militer Israel dan sistem apartheid atas rakyat Palestina.

Di bawah ini adalah teks lengkap dari pernyataan bersama yang dikeluarkan AS, Israel, dan UEA, yang dapat diakses media pada hari Kamis kemarin.

 

Pernyataan Bersama Amerika Serikat, Negara Israel, dan Uni Emirat Arab

Presiden Donald J. Trump, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari Israel, dan Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, berbicara hari ini dan menyetujui normalisasi penuh hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab.

Terobosan diplomatik bersejarah ini akan memajukan perdamaian di kawasan Timur Tengah dan merupakan bukti diplomasi dan visi yang berani dari ketiga pemimpin dan keberanian Uni Emirat Arab dan Israel untuk memetakan jalan baru yang akan membuka potensi besar di kawasan tersebut.  Ketiga negara tersebut menghadapi banyak tantangan yang sama dan akan saling menguntungkan dari pencapaian bersejarah pada hari ini.

Delegasi dari Israel dan Uni Emirat Arab akan bertemu dalam beberapa minggu mendatang untuk menandatangani perjanjian bilateral mengenai investasi, pariwisata, penerbangan langsung, keamanan, telekomunikasi, teknologi, energi, perawatan kesehatan, budaya, lingkungan, pendirian kedutaan timbal balik, dan sektor lainnya yang saling menguntungkan. Membuka hubungan langsung antara dua negara paling dinamis dan maju secara ekonomi di Timur Tengah itu akan mengubah kawasan ini dengan memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan inovasi teknologi, dan menjalin hubungan antar manusia secara lebih dekat.

Sebagai hasil dari terobosan diplomatik ini dan atas permintaan Presiden Trump dengan dukungan dari Uni Emirat Arab, Israel akan menangguhkan deklarasi kedaulatan atas wilayah yang diuraikan dalam Visi Presiden untuk Perdamaian dan memfokuskan upayanya sekarang pada perluasan hubungan dengan negara-negara lain di Dunia Arab dan Muslim. Amerika Serikat, Israel, dan Uni Emirat Arab yakin bahwa terobosan diplomatik tambahan dengan negara lain mungkin terjadi, dan akan bekerja sama untuk mencapai tujuan ini.

Uni Emirat Arab dan Israel akan segera memperluas dan mempercepat kerja sama terkait perawatan dan pengembangan vaksin untuk virus corona. Dengan  ekerja sama, upaya ini akan membantu menyelamatkan kehidupan Muslim, Yahudi, dan Kristen di seluruh wilayah.

Normalisasi hubungan dan diplomasi damai ini akan mempertemukan dua mitra regional Amerika yang paling andal dan mampu. Israel dan Uni Emirat Arab akan bergabung dengan Amerika Serikat untuk meluncurkan Agenda Strategis untuk Timur Tengah untuk memperluas kerja sama diplomatik, perdagangan, dan keamanan. Bersama dengan Amerika Serikat, Israel dan Uni Emirat Arab memiliki pandangan yang sama mengenai ancaman dan peluang di kawasan, serta komitmen bersama untuk mempromosikan stabilitas melalui keterlibatan diplomatik, peningkatan integrasi ekonomi, dan koordinasi keamanan yang lebih erat. Perjanjian hari ini akan menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di Uni Emirat Arab, Israel, dan kawasan.

Amerika Serikat dan Israel mengenang dengan rasa terima kasih atas kehadiran Uni Emirat Arab pada resepsi Gedung Putih yang diadakan pada tanggal 28 Januari 2020, di mana Presiden Trump menyampaikan Visi untuk Perdamaian, dan menyatakan penghargaannya atas pernyataan dukungan terkait Uni Emirat Arab. Para pihak yang terlibat akan melanjutkan upaya mereka dalam hal ini untuk mencapai resolusi yang adil, komprehensif dan tahan lama untuk konflik Israel-Palestina. Sebagaimana ditetapkan dalam Visi untuk Perdamaian, semua orang Muslim yang datang dengan damai dapat mengunjungi dan berdoa di Masjid Al Aqsa, dan tempat-tempat suci Yerusalem lainnya harus tetap terbuka untuk pemeluk damai dari semua agama.

Perdana Menteri Netanyahu dan Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan mengungkapkan penghargaan mereka yang dalam kepada Presiden Trump atas dedikasinya untuk perdamaian di kawasan dan pada pendekatannya yang pragmatis dan unik yang telah diambil untuk mencapainya.

*Sumber: Palestine Chronocile

(ra/pc)

 

DISKUSI: