Gempar, UEA Adakan Perjanjian Normalisasi Dengan Israel, Ini Reaksi Keras Palestina

0
91

Ramallah, LiputanIslam.com –  Pimpinan Palestina mendesak Uni Emirat Arab (UEA) untuk segera menarik diri dari “deklarasi normalisasi yang memalukan” dengan Israel, dan menyebut deklarasi itu “pengkhianatan terhadap Quds, Al-Aqsa, dan urusan Palestina.”

Juru bicara resmi kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, Kamis (13/8/2020), mengatakan, “Pimpinan Palestina menganggap normalisasi Emirat-Israel bertujuan menghancurkan inisiatif perdamaian Arab dan agresi terhadap rakyat Palestina.”

Rudeineh juga menyatakan pemimpin Palestina menyerukan pertemuan segera Liga Negara Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menolak deklarasi normalisasi UEA-Israel.

Sebelumnya pada hari itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan langkah ‘historis’ untuk normalisasi hubungan antara Israel dan UEA.

Pernyataan bersama dikeluarkan oleh AS, Israel, dan UEA bahwa Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan “telah mengadakan pembicara hari ini dan menyetujui normalisasi penuh hubungan antara Israel dan UEA.”

Pernyataan bersama itu menyebut perjanjian itu “terobosan diplomatik bersejarah” yang  akan berkontribusi pada “konsolidasi perdamaian di kawasan Timur Tengah, yang merupakan bukti keberhasilan diplomasi yang berani, visi ketiga pemimpin dan keberanian baik UEA dan Israel dalam tekad mereka untuk memetakan jalan baru yang akan memungkinkan pembebasan potensi besar di kawasan itu.”

Tarik Dubes Palestina

Kemenlu Palestina mengumumkan penarikan duta besarnya dari Abu Dhabi menyusul perjanjian normalisasi UEA-Israel yang disponsori oleh AS tersebut.

“Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat (Palestina) Riyad Al-Maliki mengumumkan bahwa berdasarkan instruksi Presiden Mahmoud Abbas, Presiden Negara Palestina, dan akibat pernyataan segi tiga Amerika-Israel-UEA untuk normalisasi hubungan, duta besar Palestina telah dipanggil dari UEA, dan dalam bentuk yang segera.”

Minta Sekje Liga Arab Mundur

Sekjen Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, mendesak Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, agar mengeluarkan pernyataan kecaman terhadap kesepakatan normalisasi itu, atau About Gheit mengundurkan diri dari jabatannya.

“UEA memberi penghargaan kepada Israel dan Netanyahu atas kejahatan mereka, dan perjanjian Emirat-Israel adalah pelanggaran mencolok terhadap keputusan Liga Arab,” lanjut Erekat dalam sebuah pernyataan kepada TV Palestina.

Hamas Dukung Presiden Palestina

Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, menyatakan pihaknya mendukung penolakan Mahmoud Abbas atas perjanjian normalisasi itu, dan menyatakan kesiapan Hamas melakukan tindakan bersama.

Pada Kamis malam Abbas menerima panggilan dari Haniyeh, dan pada kesempatan itu Haniyeh menekankan bahwa sikap Abbas mewakili pendirian bangsa Palestina.

Haniyeh juga menegaskan penolakannya terhadap semua deklarasi dan keputusan sepihak terkait dengan penghapusan hak-hak Palestina dan pelanggaran resolusi internasional. (mm/wafa/alalam/amn/rt)

Baca juga:

Terkait Balon Api, Israel Serang Posisi Hamas di Gaza

Netanyahu Mengeluh AS Menghalangi Implementasi Aneksasi Tepi Barat

DISKUSI: