Para Tokoh Taliban Ikuti Peringatan Asyura di Mazar-i Sharif

0
479

Mazar-iSharif, LiputanIslam.com –  Peringatan Hari Asyura atau tragedi pembunuhan Imam Husain ra, cucunda Nabi Muhammad saw, di Karbala pada tanggal 10 Muharram, diselenggarakan di berbagai kota Afghanistan, termasuk Mazar-i Sharif, Kamis (19/8). Di kota terbesar keempat di Afghanisyan ini sejumlah pejabat Taliban bahkan juga turut menghadiri acara peringatan tersebut.

Para pejabat panitia penyelenggara peringatan Asyura di Mazar-i Sharif mengatakan bahwa kelompok militan Taliban yang baru menguasai Afghanistan tak hanya memperkenankan penyelenggaraan acara peringatan hari duka kita keluarga Nabi Muhammad saw di komplek Shrine of Hazrat Ali, melainkan juga turut menjaga keamanan acara.

Shrine of Hazrat Ali atau yang juga dikenal dengan nama Masjid Biru dipercaya oleh sebagian Muslim Sunni sebagai makam Imam Ali bin Abi Thalib ra berdasarkan mimpi seorang mullah di desa Khwaja Khayran pada awal tahun 1100-an. Sang Mullah mangaku bahwa Imam Ali ra hadir di dalam mimpinya dan menunjukkan bahwa jenazah beliau dikubur secara rahasia di dekat kota Balkh yang belakangan berubah nama menjadi Marzar-i Sharif.

Pada tahun 1136, setelah menemukan lokasi tersebut, Sultan Saljuk, Ahmed Sanjar, memerintahkan supaya di lokasi tersebut didirikan sebuah bangunan yang disucikan dan menjadi tempat ziarah, dan agar area di sekitarnya dijadikan sebuah kota.

Pada tahun 1220, Kaisar Mongol, Genghis Khan beserta pasukannya menghancurkan Mazar-i Sharif. Dua abad kemudian, pada tahun 1480, tempat suci tersebut dibangun kembali oleh Sultan Timurid, Husain Baiqara, dan diapun melanjutkan pembangunan kota ini menjadi pusat kota yang besar.

Para pejabat panitia penyelenggara peringatan Asyura di Mazar-i Sharif menyebutkan bahwa acara berlangsung khidmat dan diikuti oleh banyak peserta, termasuk beberapa pejabat Taliban.

Masyarakat Muslim Syiah, termasuk di Afghanistan, setiap tahun menyelenggarakan peringatan Hari Asyura. Pada tahun ini, di tengah heboh keberhasilan Taliban menguasai Afghanistan menyusul penarikan pasukan AS dari Afghanistan, warga Muslim Syiah di berbagai kota Afghanistan, termasuk Kabul, mengaku tidak mendapat masalah dari Taliban dalam penyelenggaraan peringatan tersebut.  Di Kabul, ibu kota Afghanistan, misalnya, warga Muslim Syiah telah mengadakan pawai Asyura.

Sejauh ini belum ada laporan terjadi insiden ataupun gangguan yang terkadang dilakukan oleh pihak-pihak lain yang intoleran terhadap warga Muslim Syiah Afghanistan yang menyelenggarakan peringatan Hari Asyura.

Pada pekan lalu, ketika Taliban baru menguasai Herat, warga Muslim Syiah di kota terbesar ketiga di Afghanistan ini juga masih dapat menyelenggarakan shalat Jumat di Masjid Jami’ Shadidiyah dan Masjid Muhammadiyah sebagaimana sebelumnya.

Tak hanya itu, untuk pertama kalinya sejak Herat jatuh ke tangan Taliban, para anggota Taliban membaur dengan para tokoh dan masyarakat Muslim lain dalam shalat Jumat di masjid jami’ Herat.

Kepala Pengadilan di Herat dalam penyelenggaraan shalat Jumat itu bahkan turut berbicara kepada jamaah bahwa jiwa serta harta benda dan kehormatan penduduk akan dijaga.

Dia juga memastikan bahwa Taliban tidak memendam permusuhan ataupun dendam pribadi terhadap siapapun, dan bahwa semua kegiatan administrasi, sekolah, kampus dan lain-lain tetap harus dilanjutkan sebagaimana semula.

Seperti pernah diberitakan, Taliban juga mengumumkan kepada warga Muslim Syiah Herat bahwa sebagaimana tahun-tahun sebelumnya mereka tetap dapat menyelenggarakan peringatan Hari Asyura. Taliban bahkan menawarkan diri untuk turut menjaga keamanan acara apabila diperlukan. (mm/tasnim/anadolu/ganaislamika)

Baca juga:

Taliban: Acara Asyura Bebas, Imam Husain Tokoh Paling Penuh Pengorbanan dalam Sejarah Islam

Presiden Afghanistan yang Kabur Berlindung di UEA

DISKUSI: