Para Tahanan Papan Atas Saudi Terjangkit “Penyakit Misterius”, Ulah Bin Salman?

0
183

Riyadh, LiputanIslam.com –  Aktivis media sosial Arab Saudi pengguna akun Twitter @mujtahidd mengungkap kembangan krusial di mana Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) kembali berusaha menghabisi para pesaingnya dalam tubuh kerajaan sebelum Joe Biden dilantik sebagai presiden Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Al-Alam, Senin (21/12), akun itu menyebutkan: “Para tahanan papan atas dari keluarga Saud telah dievakuasi ke rumah sakit karena penyakit misterius yang diduga akibat penggunaan racun dari Rusia ataupun Israel.”

Menurut akun itu, penyingkiran para pesaing MbS merupakan nasihat penasehatnya, Saud Al-Qahtani.

Sebagaimana dilaporkan media Saudi, beberapa waktu lalu terjadi kampanye baru di negara ini berupa pemberantasan korupsi, sehingga muncul kecemasan baru terhadap kemungkinan terjadinya lagi gelombang penangkapan terhadap para emir dan pengusaha besar, yang saat dikenal dengan Gelombang Ritz-Carlton karena mereka ditahan di Hotel Ritz-Carlton, Riyadh, pada tahun 2017.

Sedangkan kampanye yang terjadi sekarang ditandai dengan penangkapan personel militer senior dan sejumlah pegawai pemerintah. Sebagian orang menyebut perkembangan ini sebagai “Mini Ritz”, karena skalanya tak sebesar sebelumnya.

Investigasi yang diterbitkan oleh media pemerintah menyebutkan bahwa komisi antikorupsi resmi negara itu telah menangkap dua pemburu suap yang telah “tertangkap tangan” dalam serangkaian penggerebekan, dan menemukan uang tunai yang disembunyikan di loteng, brankas bawah tanah, dan bahkan di masjid.

Kampanye baru itu membidik semua orang mulai dari pejabat pertahanan senior hingga pejabat yunior di berbagai daerah serta bidang kesehatan dan lingkungan, sehingga memperkuat cengkeraman MbS pada pemerintahan.

Seorang pengamat di Saudi menyebutkan bahwa kampanye itu hendak mengkonfirmasi bahwa “hanya ada satu kepemimpinan.”

Berbagai organisasi peduli hak asasi manusia telah memperingatkan soal gelombang penangkapan  baru di Saudi yang menjangkau sekira 300 pejabat dengan tuduhan korupsi. (mm/alalam)

Baca juga:

Anggaran 7 Tahun Saudi Alami Defisit, Impian Bin Salman Pupu

Kepada Media Saudi, Gantz:  Israel Tetap Kuasai Yerussalem, Tapi Ada Ruang untuk Palestina

DISKUSI: