Anggaran 7 Tahun Saudi Alami Defisit, Impian Bin Salman Pupus

0
90

Riyadh,LiputanIslam.com-Saudi dilaporkan mengalami defisit anggaran selama 7 tahun berturut-turut. Para pakar berpendapat, Riyadh akan menggunakan dana cadangannya untuk menutupi defisit ini.

Dinukil Fars dari al-Akhbar, statistik dan angka menunjukkan bahwa cadangan Saudi sendiri mulai menipis. Diprediksi bahwa cadangan ini akan berkurang dari 92 milyar dolar di tahun 2020 menjadi 74,6 milyar dolar pada tahun depan.

Padahal, Saudi juga tidak mam[pu memvariasikan sumber-sumber pendapatannya, kecuali pemasukan dari minyak. Saudi juga diramalkan tidak bisa mencapai Vision 2030 yang diimpikannya, sebab defisit sebesar ini tidak memungkinkan hal itu terjadi.

Menurut al-Akhbar, rencana-rencana Muhammad bin Salman untuk memvariasikan sumber pendapatan Saudi tidak bisa menutupi, bahkan juga mengurangi, celah besar defisit anggaran.

Harian Lebanon ini mengabarkan, ketika para investor mengetahui bahwa Putra Mahkota Saudi berniat memulihkan ekonomi negaranya dengan modal-modal mereka, mereka pun segera menarik keluar investasi dari Saudi. Salah satu contohnya adalah terkait investasi di proyek Aramco.

Raja Saudi Salman bin Abdulaziz sendiri mengakui, tahun ini “adalah tahun berat dan membutuhkan langkah dan rencana luar biasa.”

Demi menutupi defisit anggaran, para pejabat Saudi telah mengajukan sejumlah program stimulasi, seperti penangguhan pembayaran kredit. Di sisi lain, mereka juga memberlakukan pengetatan ekonomi, meningkatkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan menambah pajak impor.

Meski langkah-langkah Riyadh ini telah menambah pemasukan nonmigas, namun tidak bisa memulihkan kondisi ekonomi, bahkan memicu inflasi di Saudi. Alhasil, Saudi berusaha mengurangi biaya untuk tahun depan hingga 7,3 persen.

Pemasukan Saudi dari sektor migas juga diprediksi akan berkurang lebih dari 30 persen, sebab harga minyak mentah dan produksi minyak Saudi telah berkurang sebagai imbas dari kesepakatan OPEC Plus. Raksasa minyak Saudi, Aramco mengakui bahwa dibanding tahun lalu, pemasukannya berkurang hingga 44,6 persen. (af/fars)

Baca Juga:

Pasca Normalisasi, Israel dan Moroko Akan Bentuk Dewan Dagang

Tanker Minyak Berbendera Saudi Meledak di Pelabuhan Jeddah, Akibat Serangan?

DISKUSI: