Kepada Media Saudi, Gantz:  Israel Tetap Kuasai Yerussalem, Tapi Ada Ruang untuk Palestina

0
79

Quds, LiputanIslam.com –   Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dalam wawancara dengan surat kabar Arab Saudi Asharq al-Awsat, Kamis (17/12), melontarkan pernyataan ambigu dan paradoks dengan mengatakan bahwa Israel tetap akan mengusasi seluruh kota Yerusalem(Quds) namun menyisakan ruang untuk ibu kota Palestina.

“Yerusalem harus tetap bersatu tetapi dengan tempat di dalamnya untuk ibu kota Palestina,” ujarnya.

Quds Timur, termasuk Kota Tua, diduduki oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967.  Para pemimpin Palestina menuntut hak penuh bangsa Palestina untuk  berdaulat dan bernegara sendiri dengan Quds Timur sebagai ibukotanya, sebagai bagian dari solusi dua negara.

Namun Israel mengklaim keseluruhan kota Yerusalem sebagai ibukotanya, dan pada 2017 Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melanggar konsensus internasional dengan mengakui kedaulatan Israel atas seluruh kota itu, dan kemudian memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Quds.

“Orang-orang Palestina menginginkan dan berhak atas sebuah entitas di mana mereka dapat hidup secara mandiri… Sebuah negara atau kerajaan, mereka dapat menyebutnya apapun yang mereka inginkan. Itu hak mereka untuk merdeka dan punya modal, ”kata Gantz.

Tak jelas apa yang dimaksud Gantz dalam skenario Yerusalem tetap di bawah kendali Israel namun tetap menyisakan ruang untuk ibu kota Palestina. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Pasca Normalisasi, Israel dan Moroko Akan Bentuk Dewan Dagang

Israel Isyaratkan Kesiapan Pengadaan Pertahanan Rudal Bersama dengan Arab Teluk

DISKUSI: