Para Pejuang Palestina, Hizbullah dan Iran Kutuk Normalisasi Hubungan Maroko dengan Israel

0
166

Gaza, LiputanIslam.com –   Para pejuang Palestina dan Hizbullah Libanon mengutuk normalisasi hubungan Maroko dengan Israel, Jumat (11/12/2020).

Faksi-faksi pejuang Palestina dalam sebuah statemen bersama menyebut normalisasi itu pengkhianatan terbaru beberapa rezim Arab terhadap bangsa Palestina dan Quds (Baitul maqdis/Yerussalem), dan karena itu mereka menuntut Maroko mundur dari kepemimpinan atas Komisi Quds Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

“Dengan menyerahnya Maroko kepada perjanjian dengan Rezim Penjajah Israel maka kepemimpinan Komisi Quds OKI harus diambil alih dari rezim Maroko,” bunyi statemen itu, sembari menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah Maroko tersebut tidak merefleksikan aspirasi rakyat Maroko yang selama ini mendukung perjuangan bangsa Palestina.

Faksi-faksi pejuang Palestina juga mengutuk Rezim Zionis Israel dengan menegaskan, “Rezim Penjajah Israel sedang berhalusinasi belaka jika berasumsi bahwa normalisasi hubungan dengan beberapa rezim Arab akan dapat menutupi kejahatan sejarahnya.”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Kamis lalu mengumumkan terdapainya kesepakatan normalisasi hubungan Maroko dengan Israel, dan dengan demikian Maroko menjadi negara keempat setelah Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan, yang terlibat dalam gerakan normalisasi hubungan Arab-Israel sejak Agustus lalu.

Sementara itu, kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon dalam sebuah statemennya, Jumat, juga mengutuk normalisasi hubungan Maroko-Israel.

Kelompok yang dipimpin oleh Sayid Hassan Nasrallah ini memperingatkan bahwa para pendukung normalisasi itu cepat atau lambat akan menyadari kesia-siaan mereka menjalin perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel.

“Menyerahnya rezim-rezim ini kepada tekanan Amerika dan Rezim Zionis (Israel) dengan harapan dapat meraih keuntungan atau supaya sanksi terhadapnya dicabut tidaklah lebih dari ilusi dan fatamorgana belaka. Tindakan itu tidak akan mendatangkan manfaat apapun untuk mereka,” tegas Hizbullah.

Dari Iran, kecaman terhadap normalisasi itu sejauh ini telah dinyatakan oleh Ajudan Khusus Ketua Parlemen Iran Urusan Internasional, Hossein Amir-Abdollahian. Di halaman Twitter-nya, Jumat,

dia menegaskan bahwa rezim Zionis tidak memiliki tempat di masa depan kawasan Timur Tengah.

Dia menyebut normalisasi hubungan Maroko dengan Israel sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina.

Abdollahian juga menganggap dengan normalisasi itu para penguasa Arab telah memperlihatkan pengabaian total mereka terhadap ajaran Islam. (mm/almayadeen/almanar/mehr)

Baca juga:

[Berita Gambar] Normalisasi Maroko dengan Israel Adalah ‘Kesalahan’

Lakukan Normalisasi, Raja Maroko Klaim Tetap Bela Palestina

DISKUSI: