Para Pejuang Irak Setujui Penangguhan Serangan terhadap Pasukan AS

0
54

Baghdad, LiputanIslam.com –   Kelompok pejuang Kataeb Hizbullah di Irak menyatakan pihaknya menyetujui gencatan senjata bersyarat dengan pasukan Amerika Serikar (AS), tetapi tetap akan menggunakan semua senjata yang tersedia bagi mereka jika pasukan itu tetap bercokol di Negeri 1001 Malam tersebut.

Mohammed Mohi, juru bicara kelompok yang didukung Iran tersebut dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Ahad (11/10/2020), mengatakan bahwa faksi Irak akan menangguhkan serangan roket terhadap target AS demi memberi waktu kepada pemerintah Irak untuk mengajukan jadwal penarikan pasukan AS.

“Ancaman Amerika untuk menutup kedutaan membuat masalah menjadi sangat rumit di Irak, dan menyerukan untuk meredakan ketegangan,” katanya.

Meski demikian, dia mengancam bahwa Kataeb Hizbullah  “akan  menggunakan semua senjata yang tersedia bagi mereka jika pasukan AS masih bercokol hinggawaktu yang tidak ditentukan”.

Badan Koordinasi Mujahidin Irak mengatakan, “Di Irak ada orang yang tidak akan setuju dengan kehadiran pasukan asing yang menodai tanah airnya.”

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh saluran TV Al-Mayadeen, otoritas Irak itu menyatakan akan “memberikan kesempatan bersyarat kepada pasukan asing untuk menetapkan jadwal terbatas dan spesifik untuk keluar” dari Irak, dan memperingatkan pemerintah AS agar tidak mengelak dan mengulur waktu dalam memenuhi permintaan utama rakyat Irak.

Badan koordinator itu menegaskan, “Penundaan akan memaksa kami untuk maju ke tahap pertempuran lanjutan, dan kami akan membayar dua kali lipat harga”.

Dia juga menekankan bahwa peluang bersyarat itu tersedia karena ada iktikad baik dan upaya beberapa tokoh dan politisi nasional. (mm/amn/aljazeera)

Baca juga:

Hizbullah: Perundingan Perbatasan Libanon dengan Israel Tak Ada Kaitannya dengan Normalisasi

Moqtada Sadr Peringatkan Potensi Terjadinya Perang Saudara di Irak

DISKUSI: