Hizbullah: Perundingan Perbatasan Libanon dengan Israel Tak Ada Kaitannya dengan Normalisasi

0
124

Beirut, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon menegaskan bahwa perundingan yang direncanakan pada pekan depan antara Libanon dan Israel dengan mediasi Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan sengketa perbatasan tidak ada kaitannya dengan “kompromi” ataupun “normalisasi” hubungan dengan Israel.

Sebelumnya, Libanon dan Israel telah mengumumkan bahwa keduanya telah mencapai kesefahaman mengenai perundingan yang disponsori Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah langkah yang disebut AS sebagai “bersejarah”, sebutan yang juga selalu disematkan pada kesepakatan normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel.

Dalam sebuah komentar resmi, Kamis (8/10/2020), fraksi Hizbullah di parlemen Libanon menjelaskan, “Perundingan itu berkenaan dengan tema tertentu yang berkaitan dengan perbatasan laut selatan kami, pengembalian wilayah darat kami, hingga pemetaan posisi-posisi kedaulatan nasional kami, dan tak ada kaitannya sama sekali dengan kompromi dengan musuh, Zionis perampas Palestina, maupun dengan normalisasi yang belakangan ini telah dan bisa jadi masih akan diadopsi oleh berbagai negara Arab yang memang tak pernah percaya barang sehari kepada opsi resistensi.”

Fraksi Hizbullah menambahkan, “Penentukan koordinat kedaulatan nasional adalah tanggung jawab negara Lebanon, yang secara eksklusif berkaitan dengan pernyataan bahwa tanah dan air ini adalah tanah dan air Lebanon.”

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric , Selasa lalu mengumumkan bahwa perundingan itu akan dimulai sekitar pertengahan bulan ini di markas PBB di Naqoura, Lebanon selatan, di mana AS akan bertindak sebagai “mediator dan fasilitator untuk pembahasan demarkasi perbatasan laut.”

Ketua Parlemen Nabih Berri, sekutu Hizbullah paling terkemuka dan yang mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai seminggu yang lalu, mengatakan bahwa pertemuan itu akan diadakan “secara berkelanjutan di markas PBB … di bawah naungan tim Koordinator Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa” di Lebanon. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Pejabat Israel Ungkap Lawatan-lawatan Bin Salman ke Tel Aviv

Ansarullah: Delegasi Knesset Berusaha Yamankan 60,000 Orang Israel

 

DISKUSI: