Panik, Kedubes AS di Afghanistan Musnahkan Dokumen Sensitif

0
314

Kabul, LiputanIslam.com –  Kedubes AS untuk Afghanistan di Kabul menginstruksikan kepada para stafnya untuk memusnah dokumen-dokumen sensitif, demikian dilaporkan CNN, Jumat (13/8).

Bersamaan dengan ini, media Afghanistan melaporkan adanya kepulan asap dari dalam Kedubes Kanada di Kabul sehingga diduga kuat sebagai pertanda bahwa Kedubes ini juga melakukan pemusnahan dokumen penting sebelum para staf pergi meningggalkan Kedubes.

Sebuah sumber diplomatik mengatakan kepada CNN bahwa situasi di Afghanistan berkembang menjadi sebuah tantangan di mana rencana-rencana mengenai kehadiran AS di Afghanistan berubah tiap saat.

Jubir Kemhan AS Pentagon Jumat malam mengabarkan bahwa sebanyak 3000 tentara AS akan tiba di Kabul pada akhir pekan ini untuk membantu evakuasi para diplomat dan warga negara AS dari Afghanistan.

Sejak April lalu Taliban meningkatkan serangannya untuk mengalahkan pemerintah Afghanistan setelah pasukan asing mengakhiri pendudukannya selama 20 tahun atas negara ini. Beberapa sumber melaporkan bahwa Taliban sekarang sudah menguasai dua pertiga wilayah Afghanistan.

Al-Jazeera mengutip pernyataan Jubir Taliban yang mengklaim bahwa jatuhnya kota-kota besar ke tangan Taliban menunjukkan besarnya sambutan penduduk Afghanistan kepada Taliban. Dia juga mengatakan bahwa meski demikian Taliban tidak menutup pintu jalur politik.

Sebelumnya, utusan Khusus Presiden Rusia urusan Afghanistan Zamir Kabulov mengatakan bahwa Taliban berhasil merebut Kandahar bukan setelah berperang, melainkan karena kaburnya tentara Afghanistan yang telah dilatih oleh NATO dan AS.

Di sisi lain, surat kabar Washington Post melaporkan bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden bersiap menghadapi kemungkinan Kabul jatuh ke tangan Taliban jauh lebih cepat dari yang dikhawatirkan sebelumnya. (mm/fna)

Baca juga:

Iran: Taliban Jamin Keselamatan Para Diplomat

[Infografik:] Peta Terbaru Perkembangan Perang di Afghanistan

DISKUSI: