Teheran, LiputanIslam.com – Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayjen Hossein Salami, mengatakan bahwa AS menghamburkan banyak dana di Asia Barat tapi gagal meraup keuntungan, dan bahwa tren ini telah menyebabkan sejumlah pendukung Washington berbalik arah ke Teheran, Moskow dan Beijing.
Dalam pidatonya pada pertemuan petinggi pasukan relawan Basij di Teheran, Selasa (2/8), Salami memperingatkan rencana baru musuh untuk menimbulkan kekacauan di Iran pada peringatan insiden kerusuhan yang pecah yang pecah pada September 2022 pasca kematian wanita muda Iran berdarah Kurdi Mahsa Amini.
“Musuh bermaksud menabur hasutan lagi pada hari peringatan ini,” katanya.
Namun, dia menekankan bahwa kesiagaan dan kewaspadaan bangsa Iran akan menggagalkan upaya demikian, dan mengatakan tindakan pencegahan adalah strategi terbaik untuk menggagalkan skema musuh.
Salami menyebut kerusuhan tahun lalu itu sebagai “pertempuran global yang paling krusial, paling berbahaya, paling serius, paling tidak setara dan paling masif” terhadap Iran.
Namun, lanjutnya, musuh mengalami kekalahan telak dalam kerusuhan itu berkat kebijaksanaan, resistensi, keyakinan, dan tekad bangsa Iran.
Sementara itu, pasukan keamanan Iran telah mencokok sekelompok orang yang ditengarai sebagai teroris di kota Islamshahr dan diketahui bersiap menebar operasi teror. Jaringan ini telah diidentifikasi oleh intelijen dan aparat keamanan.
Para teroris itu diciduk dalam operasi penyisiran yang dilakukan di tempat persembunyian mereka, dan sebanyak enam pistol, sekitar 80 selongsong peluru dan dua bom telah disita.
Dalam beberapa bulan terakhir, Iran telah meringkus beberapa anggota jaringan mata-mata yang berafiliasi dengan dinas rahasia asing. Mereka diketahui terlibat dalam pembuatan bahan peledak dan bom rakitan, berafiliasi dengan pihak asing, berencana menebar aksi kontra-keamanan, dan membentuk kelompok operasional untuk mengarahkan kerusuhan di Iran.
Pada akhir Juli, Kementerian Intelijen Iran mengumumkan bahwa badan keamanan negara ini telah melumpuhkan sebuah tim teroris yang disponsori oleh dinas rahasia Israel Mossad dan berencana meledakkan makam jenderal legendaris Qassem Soleimani di provinsi Kerman.
Kementerian intelijen mengatakan bahwa pasukan keamanan telah menangkap anggota “jaringan teroris yang luas”, yang berencana melakukan banyak serangan teroris di berbagai penjuru Iran. (mm/fna)
Baca juga: