Washington, LiputanIslam.com – Situs berita AS CNBC melaporkan adanya kekhawatiran AS tentang pasar baru bagi drone Iran, setelah Bolivia menunjukkan minat untuk mendapatkannya.
“Drone Iran dapat mencapai pasar baru di Amerika Selatan, dengan adanya minat Bolivia untuk memperolehnya,” tulis CNBC, seperti dikutip Al-Mayadeen, Senin (31/7).
Disebutkan pula bahwa Iran mendapatkan “permintaan baru” untuk drone-nya, dan ini menjadi satu perkembangan yang “menyebabkan kekhawatiran Washington” dan memperbarui fokus Teheran untuk memperdalam aliansinya di Amerika Selatan.
Pekan lalu, Menhan Bolivia Edmundo Novillo mengkonfirmasi minat negaranya untuk mendapatkan drone Iran, beberapa hari setelah dia mengunjungi Teheran dan menandatangani nota kesepahaman tentang pertahanan dan keamanan, menurut dua kantor berita Iran, IRNA dan Fars.
Novillo menjelaskan bahwa drone itu “akan digunakan untuk melindungi perbatasan negara dari penyelundupan narkoba, dan dapat membantu memantau daerah pegunungan dan meningkatkan pengawasan militer, sehingga teknologinya dapat memenuhi keinginan kami.”
Di pihak lin, Menhan Iran Mohammad Reza Ashtiani mengatakan, “Negara-negara Amerika Latin memiliki kepentingan khusus dalam kebijakan luar negeri dan pertahanan Iran, mengingat pentingnya wilayah Amerika Selatan yang sangat sensitif.”
Dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Bolivia, Menhan Iran, menambahkan, “Iran siap memenuhi permintaan Bolivia akan peralatan pertahanan dan teknologi canggih untuk membantunya menghadapi ancaman.”
Ashtiani juga mengatakan, “Peningkatan hubungan pertahanan bilateral akan mengarah pada peningkatan kekuatan pencegahan dari pemerintah Bolivia.”
Badan Intelijen Pertahanan AS menyatakan bahwa Iran memiliki persenjataan rudal dan drone terbesar di Timur Tengah pada tahun 2022.
CNBC mengutip keterangan Farzin Nadimi, seorang ahli senjata di The Washington Institute, bahwa drone Iran membuat “dampak besar di medan perang mana pun di mana mereka muncul.”
Nadimi menyatakan kekuatiran AS terfokus pada Iran yang memperdalam aliansi asingnya dan menyebarkan dronenya yang mematikan . Dia memperingatkan bahwa hubungan Iran dengan negara-negara Amerika Latin akan mendapatkan momentum dan kemajuan.
Sebelumnya, situs web Responsible Statecraft juga menyebutkan bahwa ada kekhawatiran luas di antara sayap garis keras partai Republik dan Demokrat di AS bahwa Iran akan menikmati “lingkungan yang semakin ramah” di Amerika Latin.
Iran memperkuat orientasinya terhadap negara-negara Amerika Latin dalam kerangka kebijakannya yang bertujuan untuk “mendiversifikasi hubungan luar negeri”, bersamaan dengan upayanya untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan.
Hal ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya pembicaraan tentang kekuatan militer Iran di mana surat kabar Inggris The Guardian mengutip pernyataan pejabat AS bahwa Iran telah menjelma menjadi negara adidaya dunia di bidang drone. (mm/raialyoum/almayadeen)
Baca juga: