Teheran, LiputanIslam.com – Kementerian Intelijen Iran mengungkapkan hubungan rezim Israel dengan Salwan Momika, pria asal Irak di Swedia yang menghebohkan dunia Islam karena melakukan penistaan terhadap kitab suci Al-Quran.
Kementerian itu merilis pernyataan demikian pada hari Selasa (25/7) sembari menerbitkan gambar Momika mengenakan kippah, topi kecil yang secara tradisional dikenakan oleh laki-laki Yahudi, yang telah dikirim oleh Momika kepada Israel untuk mengungkapkan loyalitasnya kepada rezim penjajah Palestina tersebut.
Kementerian itu juga menerbitkan gambar di mana bendera rezim Zionis dan bendera Partai Persatuan Suriah dikibarkan bersama, dan menyebutkan bahwa gambar itu juga dikirim ke Zionis oleh Momika yang telah lama mencoba mendirikan partai itu di Irak.
Dalam pernyataan sebelumnya, kementerian tersebut mengatakan bahwa dalam upayanya untuk mendirikan “Partai Persatuan Suriah” di Irak, Momika mengklaim bahwa dia adalah perwakilan utama dan suara umat Kristen di Irak barat laut.
Disebutkanpula bahwa partai Momika tidak jadi didirikan karena reputasinya yang terlalu ambisius dan cenderung menipu rekan-rekannya, sehingga dia lantas mengajukan permohonan untuk tinggal di beberapa negara Eropa.
Informasi yang diperoleh dari rezim Israel menunjukkan bahwa Salwan Momika memulai upaya keras menghubungi pejabat di Israel, ungkap Kementerian Intelijen Iran. Dia memperkenalkan dirinya sebagai salah satu pembangkang terpenting terhadap pemerintah Syiah di Irak.
Dia juga mengaku telah ditahan oleh Perlawanan Islam Irak atas tuduhan bekerja sama dengan rezim Zionis dan berusaha membentuk pemerintahan Kristen Aram yang independen di kota Nineveh Irak.
Sejak tahun lalu, intensitas penghinaan terhadap Islam dan kitab suci agama ini meningkat di Eropa. Beberapa negara Eropa telah menjadi tuan rumah bagi aksi bejat itu di wilayah mereka selama beberapa bulan terakhir, hingga memancing gelombang kecaman luas dari negara-negara Muslim dunia.
Teheran menyebut tindakan keji itu sebagai penghinaan secara terbuka terhadap Islam dan Muslimin di seluruh dunia, dan memperingatkan bahwa beberapa negara Eropa membiarkan kelompok ekstremis menyebarkan kebencian terhadap nilai-nilai dan kesucian Islam.
Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei memastikan bejat itu menunjukkan bahwa serangan kekuatan arogan dunia memang ditujukan pada Islam itu sendiri. (mm/fna)
Baca juga: