Panglima IRGC: Israel yang Dulu Berkhayal “Nil hingga Eufrat” Sekarang Terkurung Dinding Besar

0
179

Teheran, LiputanIslam.com  Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayjen Hossein Salami, menyatakan bahwa Rezim Zionis Israel yang berdulu berkhayal wilayahnya akan membentang dari “Sungai Nil (Mesir) hingga Sungai Efrat (Irak)” kini malah “terkurung dalam tembok beton besar”.

Dalam pidatonya pada hari Kamis (30/6), Salami mengatakan, “Musuh sudah tak berdaya merampungkan  proyek pembangunan negaranya. Rezim Zionis dulu berkhayal  strategi dari Nil hingga Eufrat, tapi sekarang malah terpenjara dalam tembok beton besar yang mengelilinginya. Ini berarti bahwa perimbangan kekuatan telah berbalik menguntung Islam dan revolusi Islam.”

Salami menyebutkan bahwa mengandaskan keinginan dan rencana musuh dengan menggagalkan embargo ekonomi, isolasi politik, perang keamanan dan psikologis, teror militer dan isu-isu lainnya adalah bagian dari peran yang dimainkan IRGC bersama elemen-elemen lain.

Dia menekankan bahwa tolok ukur kekuatan bukanlah besarannya, melainkan proporsi, intensitas dan pengaruh geografis sehingga hal ini berubah menjadi realitas yang harus diterima oleh dunia.

Panglima IRGC menyatakan bahwa beberapa kebanggaan yang telah dicapai oleh IRGC antara lain ialah mengandaskan kemauan dan kekuatan musuh dengan menyita kapal Inggris Stena Impero, menjatuhkan drone pengintai AS, menangkap marinir AS dan serangan rudal ke pasukan AS di Pangkalan Udara Ain Al-Assad, Irak.(mm/tasnim)

Baca juga:

IRGC Segera Luncurkan Kapal Pembawa Helikopter Bernama “Qasem Soleimani”

AU Iran akan Pamerkan Rudal Baru Berjarak Jangkau Ratusan Kilometer

DISKUSI: