IRGC Segera Luncurkan Kapal Pembawa Helikopter Bernama “Qasem Soleimani”

0
78

Teheran, LiputanIslam.com  Komandan Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Laksamana Muda Alireza Tangsiri, mengatakan bahwa kapal perang baru buatan dalam negeri yang dinamai “Qassem Soleimani” akan segera diserahkan ke AL IRGC.

“Kami sekarang memproduksi fregat kami sendiri. Pengangkut helikopter Shahid (Martir) Soleimani juga diperkirakan akan bergabung dengan armada AL IRGC dalam waktu dekat,” ujar Tangsiri pada sebuah upacara di Teheran, Senin (27/6).

Dia juga menambahkan, “Kami secara lokal membangun berbagai jenis kapal berkecepatan tinggi yang berlayar dengan kecepatan 70 hingga 90 knot.

Tangsiri juga menyebut ekonomi maritim berbasis sains sebagai elemen kekuatan IRGC, dan menegaskan bahwa pasukan elit Iran ini bertanggung jawab atas penjagaan keamanan Selat Hormuz di Teluk Persia.

Kepala Organisasi Industri Kelautan Iran Laksamana Muda Amir Rastegari pada April 2020 mengatakan bahwa Iran akan membangun kapal perusak berbobot 6.000 ton, dan berkemampuan memproduksi “kapal selam bertenaga nuklir”.

“Perusak ini akan menjadi kapal trimaran – kapal yang terdiri dari beberapa lambung – dilengkapi dengan kemampuan yang sangat spesial,” imbuh Rastegari.

Menurutnya, kapal perusak ini akan memperluas kemampuan AL Iran untuk operasi yang lebih lama di laut dengan kemampuan defensif dan ofensif yang sangat khusus.

“Kapal ini bisa beroperasi minimal dua bulan tanpa docking untuk suplai,” terangnya.

AS dan Israel Musuh Utama

Sementara itu, Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami menyebut AS dan Israel sebagai musuh utama Islam dan kemanusiaan, dan memperingatkan negara-negara Arab ihwal konsekuensi normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.

“Israel dan sekutu utamanya, AS, adalah musuh Islam dan kemanusiaan”, kata Jenderal Salami dalam pertemuan dengan Ketua Komite Gabungan Kepala Staf Pakistan Jenderal Nadeem Raza di Teheran, Selasa (28/6).

Dia mengecam kebijakan sejumlah negara Islam yang cenderung mengandalkan Israel dalam berusaha mencapai tujuan ekonomi dan keamanan

“Padahal rezim pendudukan (Israel) bahkan tidak mampu mempertahankan dirinya sendiri,” tuturnya.

Salami memperingatkan sejumlah negara Arab mengenai  “konsekuensi pahit” normalisasi hubungan dengan Israel.

“Kehadiran AS di dunia Islam membawa perpecahan besar, perang saudara yang panjang, penghancuran rumah, pemindahan orang, perampasan kekayaan negara-negara Muslim, dan ketidakamanan, kemiskinan, dan keterbelakangan,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, para petinggi militer Iran dan Pakistan membahas hubungan baik dan ikatan sejarah antara kedua negara bertetangga ini, dan menekankan pengembangan intelijen dan kerjasama militer untuk peningkatan keamanan perbatasan. (mm/fna)

Baca juga:

AU Iran akan Pamerkan Rudal Baru Berjarak Jangkau Ratusan Kilometer

Iran Ujicoba Roket Pembawa Satelit Zuljanah Buatannya untuk Kedua Kalinya

DISKUSI: