Panesehat Ayatullah Khamenei: Campuri Urusan Iran, Sejumlah Negara Teluk akan Bayar Mahal

0
159

Teheran, LiputanIslam.com   Penasehat Pemimpin Besar Iran urusan militer, Mayjen Yahya Rahim Safavi, memberikan peringatan keras terhadap sejumlah negara Arab Teluk Persia yang ditengara Teheran menjadikan media mereka sebagai alat untuk memprovokasi Iran terkait dengan kerusuhan yang melanda Iran belakangan ini.

“Kami sebagai prajurit Allah pantang mundur dari jalan kebenaran, kami bergandeng tangan dengan rakyat dan bersama Wali Fakih (Pemimpin Besar),” tegas Safavi dalam pidatonya pada upacara peringatan 11 tahun gugurnya Mayjen Hassan Tehrani Moghaddam, peletak batu pertama industri rudal Iran.

Safavi menyebutkan bahwa kemenangan kebenaran atas kebatilan merupakan sunnatullah, dan memastikan bahwa apa yang akan terjadi di dunia pada masa mendatang sepenuhnya berbeda dengan apa yang terjadi sekarang di kawasan Timteng dan dunia.

“Dalam konfrontasi baru, kubu arogan dan para ekornya yang dipimpin AS di satu pihak dan kubu resistensi yang dipimpin Iran di pihak lain saling berhadapan, dan sekarang apa yang sedang dan akan Anda saksikan pada tahun-tahun mendatang  pada hakikatnya disebabkan oleh gerakan pasif di depan kekuatan bangsa Iran yang besar,” ujar Safavi.

Dia menyinggung sepak terjang musuh-musuh Iran terkait gelombang kerusuhan yang beberapa kali melanda negara ini.

Safavi mengatakan, “Dalam aneka peristiwa yang terjadi belakangan ini musuh datang membidik keamanan negara ini dengan mengerahkan semua kekuatan media dan jaringan yang merasuki kawasan. Mereka bahkan menggunakan para oknum korup dan mata-mata di dalam Iran, tapi berkat pertolongan Allah dan petunjuk Pemimpin Besar, mereka gagal, dan bangsa kamipun mengandaskan fitnah sebagaimana yang sudah-sudah.”

Dia lantas melontarkan peringatan keras terhadap sejumlah negara Arab Teluk Persia yang getol memusuhi Iran semisal Arab Saudi dan Bahrain.

“Negara-negara malang di pesisir selatan Teluk Persia hendaklah mengetahui bahwa mereka harus memilih antara (ulah) media mereka dan keamanan mereka, dan hendaklah mengetahui pula bahwa mereka akan membayar mahal jika mencampuri urusan internal Iran,” tegasnya.

Safavi menambahkan, “Kalian adalah negara-negara lemah, dan ketahuilah bahwa AS tidak akan membela kalian di masa-masa kritis sebagaimana mereka dulu tidak membela Syah Iran.”

Sebelumnya, peringatan keras terhadap sejumlah negara Arab Teluk sekutu AS juga dilontarkan oleh Menteri Intelijen Iran Ismail Khatib dengan menegaskan bahwa tak ada jaminan Teheran akan berkelanjutan dalam “strategi kesabaran”.

Dia juga menandaskan, “Jika Iran memutuskan untuk bereaksi dan menghukum maka istana-istana kaca akan berantakan, dan sejak itu negara-negara ini tak kan pernah stabil.” (mm/alalam)

Baca juga:

Menteri Intelijen Iran Beri Peringatan Keras terhadap Arab Saudi

Mengejutkan, Iran Membuat Rudal Hipersonik Baru

DISKUSI: