Menteri Intelijen Iran Beri Peringatan Keras terhadap Arab Saudi

0
147

Teheran, LiputanIslam.com Menteri Intelijen Iran Ismail Khatib menyatakan kepada Arab Saudi bahwa tak ada jaminan Teheran akan berkelanjutan dalam “strategi kesabaran”.

“Iran selama ini menjalankan strategi kesabaran dengan logika yang solid, tapi di luar kemampuannya untuk menjamin strategi ini tak akan menipis jika aksi-aksi permusuhan berlanjutnya,” ujarnya, Rabu (9/11).

Dia menambahkan, “Jika Iran memutuskan untuk bereaksi dan menghukum maka istana-istana kaca akan berantakan, dan sejak itu negara-negara ini tak kan pernah stabil.”

Iran menuding negara-negara musuhnya berada di balik gelombang kerusuhan yang terjadi sejak kematian wanita muda Mahsa Amini pada September lalu.

Pada bulan lalu Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Mayjen Hossein Salami mendesak Saudi agar mengendalikan medianya yang kerap menebarkan laporan-lapiran  agitatif .

Salami menegaskan, “Waspadalah, wahai keluarga penguasa Al-Saud, waspadalah terhadap perilaku kalian, dan kendalikan media-media ini, karena jika tidak maka kalian akan membayar mahal. Ini adalah peringatan terakhir kami, karena kalian mencampur urusan negara kami melalui media kalian. Kami tegaskan kepada kalian, waspadalah.”

Jumat lalu kantor berita Fars milik Iran mengumumkan bahwa media kubu musuh negara republik Islam ini telah menyebarkan lebih dari 38,000 berita hoax anti-Iran dalam jangka waktu dari 14 September hingga 31 Oktober tahun ini.

Pekan lalu Iran membantah pihak sedang menggalang ancaman terhadap Saudi, menyusul laporan dari Wall Street Journal bahwa Riyadh telah berbagi informasi intelijen kepada AS yang berisi peringatan akan rencana serangan Iran dalam waktu dekat terhadap sasaran-sasaran di Saudi. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Iran Blak-Blakan Sebut Israel, Inggris dan Saudi Tunggangi Gelombang Kerusuhan

Bocoran Suara Wartawan BBC Persia Ungkap Sejumlah Negara Inginkan Iran Terpecah dan Lemah

DISKUSI: