Palestina Sebut Normalisasi Hubungan Sudan dengan Israel “Pengkhianatan Baru”

0
80

Ramallah, LiputanIslam.com –  Organisasi  Pembebasan Palestina (PLO) dan Gerakan Perlawanan Islam Palestina segera angkat bicara mengecam kesepakatan normalisasi hubungan Sudan dengan Israel, yang telah diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih, Jumat (23/10/2020).

Pejabat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wasel Abu Youssef di Ramallah, Tepi Barat, menyebut kesepakatan tersebut pengkhianatan baru terhadap Palestina.

“Bergabungnya Sudan dengan orang lain yang menormalisasi hubungan dengan negara pendudukan Israel merupakan tusukan baru ke punggung rakyat Palestina dan pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina yang adil,” ungkap Abu Youssef.

Dia memastikan keputusan Sudan untuk mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain “tidak akan menggoyahkan keyakinan Palestina dalam perjuangandan dalam melanjutkan perjuangannya”.

Secara terpisah, Hamas dalam siaran persnya mengaku “sangat terpukul” oleh berita kesepakatan Sudan dengan rezim Zionis penjajah Palestina tersebut.

“Bangsa pemberani kami, Palestina, beserta seluruh bangsa Arab dan Islam dan kaum merdeka dunia mendapatkan kabar kesepakatan pemerintah Sudan untuk normalisasi hubungan dengan musuh, Zionis, dengan sangat terpukul serta mengecam dan menentangnya,” bunyi siaran itu.

Hamas yang semula menjalin hubungan erat dengan Sudan menegaskan,”Kami mengungkapkan kecaman, amarah, dan kemuakan kami terhadap normalisasi yang membawa cela, menghina, dan tak tak layak bagi bangsa, sejarah, kedudukan, dan peran Sudan selama ini sebagai negara yang secara mendalam menyokong Palestina beserta perkara dan perlawanannya.”

Hamas menambahkan, “Kami menyerukan kepada rakyat pemberani Sudan untuk menolak kesepakatan tercela ini, yang alih-alih mendatangkan stabilitas dan kelapangan bagi Sudan seperti yang mereka klaim, melainkan akan menyebabkan Sudan semakin terpecah belah, terjepit, dan sia-sia, akan menambah dominasi rezim pendudukan Zionis atas martabat bangsa dan umat kita, merupakan pelanggaran dan pukulan terhadap kepentingan umat ini, dan mengoyak barisan mereka, terutama Sudan sendiri.” (mm/aljazeera/alalam)

Baca juga:

Trump Umumkan Kesepakatan Normalisasi Hubungan Sudan dengan Israel

Bin Salman Mengaku akan Dibunuh Jika Lakukan Normalisasi dengan Israel

DISKUSI: