Palestina dan Yordania Kecam Israel Izinkan Yahudi Beribadah di Halaman Masjid Al-Aqsa

0
154

Ramallah, LiputanIslam.com –   Perdana Menteri Otorita Palestina Mohammad Shtayyeh, Rabu (6/10), memperingatkan ihwal upaya Rezim Zionis Israel menciptakan realitas baru di Masjid Al-Aqsa di kota Quds (Yerussalem).

Peringatan itu dia sampaikan menyusul keputusan pengadilan Israel mengizinkan  kaum Yahudi menunaikan “doa senyap” di halaman Masjid Al-Aqsa yang merupakan tempat suci ketiga setelah Mekkah Al-Mukarromah dan Madinah Al-Munawwarah bagi umat Islam.

Dia menyerukan kepada “dua umat Arab dan Islam mengambil sikap serius untuk menghentikan tindakan-tindakan Israel yang menjadi pelanggaran krusial bagi kiblat pertama umat Islam (Masjid Al-Aqsa)”.

Shtayyeh mendesak pemerintah AS konsisten kepada janjinya menjaga status dan kondisi yang ada pada Masjid Al-Aqsa selama ini, dan tidak membiarkan pengubahan apapun padanya.  Dia juga mengaku terus berkoordinasi dengan Yordania dalam masalah ini.

Shtayyeh juga mendesak para pemimpin Israel mengambil pelajaran dari masa lalu, dan mengingatkannya dengan peristiwa tahun 2017 di mana para jemaah Palestina berhasil menggagalkan pemasangan pintu elektronik pemindai logam di pintu-pintu masuk Masjid Al-Aqsa.

Di hari yang sama, Kemlu Yordania mengecam keputusan pengadilan Israel tersebut.  Jubir Kemlu Yordania Haitham Abu Alfoul dalam siaran persnya menegaskan, “Keputusan itu tidak sah, dan menghilangkan peninggalan yang legal menurut undaung-undang internasional yang tidak mengakui kewenangan pengadilan Israel atas tanah pendudukan 1967, termasuk Quds Timur.”

Kemlu Yordania menambahkan, “Keputusan itu tergolong pelanggaran terbuka terhadap keputusan-keputusan internasional yang sah terkait dengan Quds, termasuk keputusan- keputusan Dewan Keamanan yang semuanya menegaskan keharusan menjaga kondisi kota suci.”

Pengadilan Israel Selasa lalu mengeluarkan keputusan yang menyatakan bahwa keberadaan orang-orang Yahudi di dalam Masjid Al-Aqsa bukanlah tindak pidana selagi apa yang mereka lakukan hanyalah doa senyap. (mm/rt)

Baca juga:

Sekjen Jihad Islam: Melawan Zionis Pembunuh Wajib seperti Salat

Al-Amiri: Pasukan Pembebasan Quds akan Bertolak dari Irak

DISKUSI: