Pakar Israel: Citra  Otoritas Palestina Makin Terpuruk, Reputasi Hamas Melejit

0
335

TelAviv, LiputanIslam.com –  Pakar dan orientalis Israel Mordechai Kedar menyatakan bahwa kasus kematian aktivis HAM Palestina Nizar Banat telah memperparah citra Otoritas Palestina (PA) sebagai penguasa Palestina yang tidak demokratis.

Dalam artikelnya di surat kabar Israel Makor Rishon, Kedar menuliskan, “Demonstrasi besar-besaran yang melanda seluruh penjuru Tepi Barat dalam beberapa hari terakhir ini membuktikan bahwa rakyat Palestina lebih mengutamakan Hamas daripada PA.”

Dikutip situs berita Arabi-21, Rabu (30/6), Kedar menilai demonstrasi itu juga menunjukkan bahwa Hamas adalah satu-satunya pengganti rezim Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dan ini terjadi karena Israel selama ini mengandalkan PLO.

Menurut Kedar, selain terkait dengan kinerja PA dalam menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi Covid-19, kasus tewasnya Nizar Banat telah “mengkonfirmasi bahwa PA merupakan sebuah entitas yang sepenuhnya ilegal”.

Unjuk rasa protes melanda Tepi Barat menyusul kematian Nizar Banat pada tanggal 24 Juni lalu. Pihak keluarga Banat mengatakan bahwa aktivis yang krits terhadap Otoritas Palestina (PA) itu meninggal setelah diringkus oleh aparat keamanan PA dari rumah salah seorang anggota keluarganya di Al-Khalil di selatan Tepi Barat.

Kedar menyebutkan bahwa aparat keamanan PA telah menggerebek apartemen Banat dan menyeretnya dari tempat tidurnya serta melucuti pakaiannya dengan tujuan melecehkan martabatnya hingga kemudian Banat tewas dalam kondisi jenazah penuh memar bekas penganiayaan berat.

Menurut Kedar, bangunan apartemen itu terletak di kawasan yang berada di bawah kendali Israel, dan karena itu jelas bahwa penangkapan Banat dilakukan melalui koordinasi dengan tentara Israel.

“Sejak terungkapnya insiden ini, demonstrasi keras terjadi di semua bagian Tepi Barat sehingga Anda tak akan melihat satupun orang Palestina di jalanan Tepi Barat atau Ramallah mendukung Abu Mazen (Mahmoud Abbas, ketua PA). Sebagian orang Palestina bahkan menyamakan Banat dengan Jamal Khashoggi (jurnalis oposisi Saudi yang dibunuh oleh tim kerajaan Saudi di Konsulat Saudi di Istanbul Turki – red.),” tulis Kedar.

Pakar Israel ini menyatakan bahwa sebelum Banat sudah banyak aktivis Palestina yang kritis terhadap PA tewas akibat penganiayaan aparat PA, dan “semua peristiwa ini menyebabkan rakyat Palestina memandang Hamas sebagai satu-satunya pengganti PLO”.

Kedar lantas menyebutkan bahwa seandainya sekarang pemilu diselenggarakan di Palestina maka tingkat peluang pembentukan negara Palestina akan naik di saat Hamas tampil sebagai pemain terbesar di gelanggang Palestina dan namanyapun akan abadi. (mm/fna)

Baca juga:

Israel Serbu Perkampungan Silwan di Quds dan Gusur Warganya

Hizbullah Hancurkan Empat Drone Israel

DISKUSI: