OKI Serukan Pemboikotan Negara-Negara Yang Membuka Kedubes di Quds

0
94

Mekkah, LiputanIslam.com –   Konferensi Kerjasama Islam (OKI) di Mekkah al-Mukarromah mengecam Islamfobia, menyerukan pemboikotan terhadap negara-negara yang membuka kedutaan besarnya untuk Israel di kota Quds (Yerussalem), dan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar menetapkan hari peringatan anti “diskriminasi agama”.

Dalam deklarasi sidangnya pada Sabtu lalu (1/6/2019), 57 negara anggota OKI menegaskan, “Islamfobia sebagai salah satu bentuk kontemporer rasisme dan diskriminasi agama masih tumbuh di banyak penjuru dunia, sebagaimana terlihat dari bertambahnya peristiwa-peristiwa intoleransi agama.”

Baca: Irak Jelaskan Alasannya Memprotes Statemen KTT Liga Arab

Organisasi terbesar di dunia setelah PBB ini menyerukan kepada negara-negara yang dihuni oleh minoritas Muslim dan imigran agar “menghindari semua kebijakan, statemen, dan praktik yang mengaitkan Islam dengan terorisme atau radikalisme.

Organisasi juga meminta PBB supaya menetapkan tanggal 15 Maret sebagai “hari internasional anti Islamfobia.” Pada 15 Maret lalu telah terjadi serangan teror yang sangat brutal di dua masjid di kawasan Christchurch, Selandia Baru, ketika dua masjid itu sedang menyelenggarakan shalat Jumat. Aksi teror yang dilakukan oleh warga negara Austalia dari kelompok ekstremis kanan ini menjadi tragedi memilukan yang mengugurkan sekira 50 orang.

Baca: Kaum Zionis Menyerbu Masjid Al-Aqsa dan Menyerang Jamaah Iktikaf

Lebih jauh, OKI juga menyerukan pemboikotan terhadap negara-negara pembuka kedutaan besarnya untuk Israel di kota Quds, dan mendesak Israel keluar dari wilayah pendudukan tahun 1967 serta mengakui negara Palestina.

OKI mengecam “pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat dan Guatemala ke kota Quds”, dan mengimbau “segenap negara anggota OKI agar memboikot negara-negara yang telah membuka perwakilan diplomatiknya di Quds.”

OKI juga menegaskan, “Perdamaian dan keamanan di kawasan Timteng sebagai opsi strategis tidak akan terwujud kecuali dengan mundurnya Israel secara total dari wilayah negara Palestina yang diduduki sejak tahun 1967.” (mm/raialyoum)

DISKUSI: