Ngeri, Rusia Kerahkan Jet Tempur Hipersonik ke Suriah

0
373

Moskow, LiputanIslam.com –   Kemhan Rusia menyatakan negara ini mengerahkan jet-jet tempur MiG-31K dengan rudal hipersonik Kinzhal dan pembom strategis jarak jauh Tupolev Tu-22M ke pangkalan udaranya di Suriah untuk latihan angkatan laut.

Dikutip kantor berita Interfax, Selasa (15/2), Kemhan menyebutkan bahwa jet-jet tempur itu dikirim ke pangkalan udara Hmeimim yang ditempati oleh pasukan Rusia di Suriah, dan akan andil dalam latihan di Mediterania timur, bagian dari gelombang aktivitas militer Rusia di tengah kebuntuannya dengan Barat dalam krisis Ukraina dan keamanan di Eropa.

Jet MiG-31K, satu-satunya jet tempur pencegat jarak jauh di dunia, merupakan sarana yang cocok bagi Rusia untuk meluncurkan rudal  Kinzhal,  yang berkecepatan lebih dari 5 Mach (Mach adalah kecepatan suara) . Dengan kecepatannya yang luar biasa ini, Rusia dapat dengan mudah menerobos  semua sistem pertahanan udara NATO.

Rudal ini membawa 1.000 kilogram bahan peledak sehingga diklaim dapat menghancurkan bunker beton pada kedalaman sekira 10 meter dari permukaan tanah, dan dapat menghantam target di 2000 kilometer dari lokasi peluncurannya.

Misi Rusia ini dilakukan ketika armada kapal induk NATO hadir di Mediterania, termasuk kapal induk AS USS Harry Truman, kapal induk Prancis Charles de Gaulle, dan kapal induk Italia Count Eddy Cavour bersama dengan armada kapal pendukung dan kapal perusak.

Bersamaan dengan ini, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu  berkunjung Suriah untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Bashar al-Assad dan untuk memeriksa pangkalan udara Rusia di Suriah.

Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus menyambut Shoigu yang tiba di Suriah untuk meninjau manuver angkatan laut Rusia di Mediterania timur.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa “Menteri Shoigu memberi penjelasan kepada Assad ihwal manuver angkatan laut Rusia di Mediterania timur.

Pada 20 Januari lalu Moskow mengumumkan bahwa angkatan lautnya akan menggelar serangkaian latihan yang melibatkan semua armadanya dari Pasifik hingga Atlantik, 10.000 prajurit, 140 kapal perang, dan puluhan pesawat.

Presiden Suriah Bashar al-Assad menjadi sekutu dekat Moskow sejak Rusia melancarkan serangan udara di Suriah pada 2015. Rusia juga mengendalikan pangkalan udara Hmeimim dan fasilitas angkatan laut Tartus.

Rob Lee, seorang analis militer di Institut Penelitian Kebijakan Luar Negeri yang berbasis di AS mengatakan bahwa Rusia mengirim jet tempur dengan rudal Kinzhal untuk pertama kalinya pada tahun lalu setelah memperluas landasan pacu di Hmeimim untuk menangani jet tempur tipe tersebut.

Menurutnya, pengerahan itu menunjukkan kehadiran militer Rusia yang berkembang di Timur Tengah dan kemampuannya untuk beroperasi di berbagai wilayah dan untuk memproyeksikan kekuatan.

Media Rusia mengatakan rudal hipersonik Kinzhal dapat mencapai target hingga 2.000 km (1.243 mil). Rudal ini merupakan satu di antara beberapa senjata strategis yang diresmikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada Maret 2018. (mm/alalam/aljazeera/alarabiya)

Baca juga:

Liga Arab Sebut Suriah akan Segera Kembali ke Organisasi ini

Rusia Sebut AS Berencana Mobilisasi Sel Tidur Teroris di Suriah untuk Serangan Anti-Rusia dan Iran

DISKUSI: