NetanyahuBerkunjung ke Saudi, Faksi-Faksi Palestina Kutuk Rezim Riyadh

0
148

Gaza, LiputanIslam.com –  Faksi-faksi Palestina mengutuk kunjungan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu ke kota Neom, Arab Saudi, yang menurut media Israel telah dilakukan secara diam-diam pada hari Ahad (22/11/2020).

Kecaman itu dikemukakan dalam beberapa pernyataan terpisah, Senin, yang dikeluarkan oleh berbagai faksi Palestina.

Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyebut kunjungan itu “berbahaya,” dan sementara petinggi gerakan itu, Sami Abu Zuhri, di Twitter menyatakan, “Informasi tentang kunjungan Netanyahu ke Arab Saudi berbahaya, jika benar.”

Abu Zuhri meminta Arab Saudi untuk “mengklarifikasi apa yang terjadi, karena menghina bangsa dan menyia-nyiakan hak Palestina.”

Faksi Jihad Islam di Palestina mengutuk kunjungan itu dengan menyebutnya sebagai pengkhianatan rezim Saudi terhadap bangsa Palestina.

“Apa yang diungkap oleh media Israel tersebut merupakan keterjatuhan (Arab Saudi) secara politik, penolakan terhadap prinsip, pengkhianatan terhadap Quds, Mekkah Al-Mukarromah, Madinah Al-Munawwaroh, dan Masjid Al-Aqsa, yang memang direncanakan Si Penjahat Netanyahu untuk menguasainya dan meruntuhkan identitasnya,” kecam Jihad Islam.

Faksi ini memperingatkan,  “Kunjungan ini dengan sendirinya memotivasi rezim pendudukan (Israel) untuk melanjutkan politik antagonistiknya terhadap Palestina… dan merupakan pendahuluan bagi agresi masif yang menyasar bangsa ini dan kesuciannya”.

Front Rakyat Pembebasan Palestina (PFLP) juga angkat bicara dengan menegaskan bahwa kunjungan itu dilakukan sebagai bagian dari sepak terjang AS-Zionis “untuk memperluas lingkaran normalisasi (hubungan) sejumlah negara Arab dengan pemerintah musuh, Israel”.

PLFP melanjutkan, “Kami yakin bahwa kunjungan ini akan menjadi pembukaan bagi normalisasi dan pengkhianatan baru negara-negara Arab dan Islam.” Faksi ini menyerukan “persatuan Arab untuk melawan pengkhianatan terbuka yang dilakukan beberapa rezim Arab”.

Senada dengan ini, Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) menegaskan, “Respon Arab Saudi terhadap normalisasi hubungan dengan Israel menyebabkan patahnya pendirian Arab.”

Wakil Sekretaris Jenderal DFLP Qais Abdul Karim mengatakan kepada kantor berita Turki, Anadolu, bahwa kunjungan tersebut sejauh ini “belum diumumkan secara resmi oleh pihak Saudi, dan belum ada konfirmasi tentang itu.”

Dia menambahkan, “Kami mengonfirmasi bahwa upaya sedang dilakukan untuk menyeret Arab Saudi ke posisi-posisi normalisasi hubungan dengan Israel, dan ini merupakan upaya berbahaya.”

Pada pertengahan September lalu Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain menandatangani dua perjanjian untuk menormalisasi hubungan dengan Israel melalui mediasi Amerika Serikat di Washington.

Semua faksi dan para pemimpin Palestina mengutuk perjanjian itu dan menganggapnya sebagai “pengkhianatan dan tikaman ke punggung bangsa Palestina”.

Para pemimpinan Palestina menolak normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Arab, sebelum Israel mengakhiri pendudukannya atas wilayah pendudukan pada tahun 1967. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Media Israel Ramai-Ramai Ungkap Kunjungan Rahasia Netanyahu ke Saudi

Ketar-Ketir Arab Saudi Ketika Turki Melirik Yaman

DISKUSI: