Netanyahu Nyatakan Israel Tetap akan Mencaplok Tepi Barat

0
88

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sumber: The Times of Israel

TelAviv, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku belum menyetujui penghapusan rencana ekstensi Israel atas tanah Palestina di Tepi Barat.

“Presiden Amerika meminta saya untuk menunggu perpanjangan kedaulatan Israel atas lebih banyak tanah,” katanya Netanyahu, seperti dikutip Al-Masdar, Jumat (14/8/2020).

Dia menegaskan, “Rencana aneksasi dan ekstensi kedaulatan Israel atas wilayah Tepi Barat adalah rencana yang paling realistis… Tak ada perubahan dalam kebijakan kami di Yudea dan Samaria (Tepi Barat).”

Dia menambahkan bahwa “Israel akan memiliki perjanjian perdamaian yang komprehensif dengan negara-negara Arab lainnya tanpa kembali ke perbatasan tahun 1967.”

Sebelumnya, Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed, mengumumkan bahwa “telah disetujui untuk menghentikan aneksasi Israel atas tanah Palestina.” Pernyataan Bin Zayed ini terkait dengan pencapaian kesepakatan normalisasi hubungan negaranya dengan Israel.

Netanyahu menjelaskan bahwa “perjanjian normalisasi dengan UEA mencakup pariwisata timbal balik dan penerbangan langsung dari Tel Aviv ke Abu Dhabi” dan bahwa “Abu Dhabi akan melakukan investasi besar di Israel.”

Kamis lalu Trump mengumumkan pencapaian perjanjian perdamaian “bersejarah” antara Israel dan UEA, dan dengan demikian UEA menjadi negara Teluk pertama yang memulai hubungan dengan Israel dan negara Arab ketiga setelah Yordania dan Mesir.

Dia menjelaskan bahwa perjanjian itu akan dinamai “Abraham”, dan menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam agar mengikuti jejak UEA menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Kami mungkin melihat negara lain melakukan itu,” lanjut Trump.

TV Israel Channel 12 melaporkan bahwa Bahrain akan menyusul langkah UEA tersebut. (mm/amn/aljazeera)

Baca juga:

TEKS LENGKAP Pernyataan Bersama Israel, UAE, dan AS

Gempar, UEA Adakan Perjanjian Normalisasi Dengan Israel, Ini Reaksi Keras Palestina

DISKUSI: