Netanyahu Nyatakan Beberapa Negara Arab akan Segera Ikut Pulihkan Hubungan dengan Israel

0
129

Quds, LiputanIslam.com Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa sejumlah negara Arab akan segera menandatangani perjanjian pemulihan hubungan mereka dengan Israel sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Uni Emirat Arab (UEA) beberapa waktu lalu.

“Beberapa negara di kawasan ini akan mencontoh Uni Emirat Arab (UEA) dan segera menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel,” kata Netanyahu dalam konferensi pers di kota Quds (Yerusalem), Ahad (23/8/2020).

“Kami sedang bekerja untuk menyelesaikan lebih banyak perjanjian normalisasi dalam waktu yang tidak terlalu lama dengan negara lain,” imbuhnya, tanpa menyebutkan nama negara.

Netanyahu mengomentari foto yang beredar belakanan ini di media sosial terkait dengan normalisasi hubungan antara Abu Dhabi dan Tel Aviv.

“Saya sangat terkesan dengan pemandangan seorang anak di jantung UEA yang mengenakan kemeja berbendera Israel dan UEA,” tuturnya.

Dia menambahkan, “Kami membuat perdamaian dari posisi yang kuat. Kekuatan ekonomi dan militer, dan perdamaian yang kami buat adalah untuk kepentingan setiap warga di negara ini.”

Netanyahu menyebutkan bahwa Abu Dhabi tertarik melakukan beberapa proyek di Israel.

Perdana Menteri Israel juga mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Quds pada hari ini, Senin (24/8/2020), untuk membahas perluasan lingkaran perdamaian antara Israel dan dunia Arab.

Pada 13 Agustus 2020, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa UEA dan Israel telah mencapai “kesepakatan bersejarah” untuk pemulihan hubungan antara keduanya.

Kesepakatan itu mendapat kecaman luas dari masyarakat serta para pemimpin Palestina dari berbagai faksi terkemuka, termasuk Fatah, Hamas, dan Jihad Islam, selain dari berbagai negara Islam, terutama Iran.

Dalam sebuah pernyataan bersama, para pemimpin Palestina menyebut perjanjian UEA dengan Israel itu “pengkhianatan” terhadap Al-Quds, Al-Aqsa dan perjuangan Palestina.

Pengumuman kesepakatan itu sendiri merupakan puncak dari rangkaian panjang kerjasama, koordinasi, komunikasi, dan pertukaran kunjungan UEA dan Israel. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Maroko Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

Petinggi Parlemen Iran Sebut Kompromi UEA dengan Israel Langgar Garis Merah

DISKUSI: