Maroko Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

0
84

Rabat, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Maroko Saadeddine Othmani mengumumkan negara ini menolak pemulihan hubungan dengan Rezim Israel Israel.

“Maroko menolak normalisasi apa pun dengan entitas Zionis karena hal ini memperkuat pendiriannya dalam melanjutkan pelanggaran hak rakyat Palestina,” kata Othmani dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan, Ahad (23/8/2020).

Penolakan itu dinyatakan Perdana Menteri Maroko menjelang kunjungan Menteri Luar negeri AS Mike Pompe dan penasihat senior dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, ke Israel dan beberapa negara Arab setelah terjalin kesepakatan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel untuk pemulihan hubungan.

Pompeo akan mengunjungi ke Israel, Bahrain, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar dan Sudan, sementara Kushner akan menyusul beberapa hari kemudian ke Israel, Bahrain, Oman, Arab Saudi dan Maroko.

Para diplomat mengatakan kunjungan itu bertujuan memfinalisasi sedikitnya satu perjanjian normalisasi hubungan negara-negara dengan Israel di masa mendatang.

Maroko secara resmi mendukung solusi dua negara yang meniscayakan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukotanya.

Maroko dan Israel sempat menjalin hubungan tingkat rendah dengan Israel pada tahun 1993 setelah tercapai kesepakatan damai dicapai antara Palestina dan Israel. Namun Rabat membekukan hubungan itu setelah terjadi intifada Palestina pada tahun 2000. (mm/raialyoum/voa)

Baca juga:

Petinggi Parlemen Iran Sebut Kompromi UEA dengan Israel Langgar Garis Merah

UEA Akan Segera Dirikan Kedutaan di Tel Aviv

 

DISKUSI: