Nasrallah: Pemblokiran Situs-Situs Resistensi Buktikan Kepalsuan Klaim Demokrasi AS

0
320

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah mengutuk tindakan AS memblokir situs-situs media yang sebagian besar terhubung dengan Poros Resistensi, dan menilai pemblokiran itu sebagai bukti kepalsuan klaim AS soal demokrasi dan kebebasan berkeyakinan.

Dalam pidatonya, Jumat (25/6), Sayid Nasrallah mengatakan bahwa situs-situs yang diblokir itu adalah media yang berperan besar dalam penggalangan solidaritas untuk Palestina serta penolakan terhadap hegemoni AS dan takfirisme.

Mengenai isu Libanon, dia menepis klaim dukungan AS kepada tentara Libanon dan menilai AS berusaha mengadu domba antara tentara Libanon dan kelompok pejuang Hizbullah.

“Kami mendukung penguatan tentara Libanon, dan tak ada keraguan soal ini, sekalipun pihak yang menguatkannya adalah AS. Tapi kami melawan gerakan-gerakan terbuka AS untuk mengadu domba bangsa Libanon,” katanya.

Sayid Nasrallah memastikan AS-lah yang justru berusaha mencegah penguatan tentara Libanon dan menghalangi bantuan kongkret negara-negara regional kepada tentara Libanon.

Dia juga berbicara mengenai Iran dengan mengatakan bahwa negara republik Islam itu dalam perundingan nuklirnya dengan negara-negara besar di Wina tak akan pernah menerima pembicaraan tema selain nuklir.

“Iran tak akan menerima pembicaraan mengenai rudal balistik dan isu regional,” katanya.

Sedangkan mengenai hubungan Iran-Saudi dia mengatakan, “Pada semua perundingan Iran-Saudi, perhatian terfokus pada hubungan bilateral dan sama sekali tak mengemuka pembicaraan mengenai Libanon. Iran berunding tidak untuk mewakili pihak lain seperti Libanon, Suriah, Palestina, Yaman atau bahkan Afghanistan. Tapi jika dimina bantuan maka akan membantu sebagai sahabat.” (mm/fna)

Baca juga:

Situs-situs Poros Resistansi Diblokir, Iran akan Tempuh Jalur Hukum

Al-Nujaba Desak agar Penyedia Layanan Internet AS Diboikot

DISKUSI: