Nasrallah: Masuknya Gaza dalam Perimbangan Quds Perkembangan Penting

0
388

Beirut, LiputanIslam.com –   Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam pidato televisi berkenaan dengan peringatan Hari Quds Internasional, Jumat (7/5),  menyorot perkembangan situasi di Palestina dan menilainya krusial.

“Ini merupakan panorama penolakan terhadap pendudukan, merupakan keteguhan kepada kebenaran, dan ini memberikan pengesahan kepada Poros Resistensi dan semua dukungan politik, militer dan lain-lain kepada bangsa Palestina… Keteguhan bangsa Palestina dan keengganannya melepas Quds adalah prinsip yang memberikan legalitas pada resistensi,” ujarnya.

Sayid Nasrallah menyebut masuknya rudal kubu resistensi Palestina dalam perimbangan pertahanan Quds sebagai “perkembangan terpenting dan paling krusial, yang harus diperkokoh”, dan bangsa Palestina “layak menjaga Quds serta tanah dan haknya”.

“Israel mengakui masuknya Gaza dalam masalah konfrontasi, dan ini ancaman yang sangat berbaya, ini membuka cakrawala besar pada resistensi, dan saya mengajak para pemimpin resistensi untuk melanjutkan jalan ini,” tuturnya.

Dia menyebut Iran sebagai negara terkuat dalam Poros Resistensi sehingga ada upaya-upaya untuk menjatuhkan pemerintahan Iran dan mengembalikannya pada poros Israel-AS, namun Iran berhasil melewati tahap berbahaya sebagaimana angan-angan sebagian orang yang mengandalkan perang AS-Iran juga sudah berakhir.

Sekjen Hizbullah menekankan bahwa opsi AS dan Israel untuk menghentikan proyek nuklir Iran sudah berakhir, terutama setelah insiden sabotase terhadap fasilitas nuklir Natanz miliknya direaksi Teheran dengan peningkatan level pengayaan uranium sehingga menimbulkan kepanikan Israel.

Sayid Nasrallah menilai positif dialog Iran-Saudi dan mendukung “segala dialog yang berkontribusi bagi ketentraman kawasan dan memperkuat Poros Resistensi”, mengingat bahwa dialog itu tidak akan merugikan sekutu Iran.

“Pihak yang merisaukan dialog Iran-Saudi adalah sekutu Riyadh, bukan sekutu Iran,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, “Babak serangan terhadap Poros Resistensi sudah terlampaui, dan Israel sekarang  gelisah akibat kesolidan dan perkembangan kekuatan Poros Resistensi manakala poros-poros lain yang tahun lalu tampak kuat sekarang terlihat berantakan dan beralih ke kondisi defensif terhadap beberapa raihan pada babak yang lalu.”

Dia menjelaskan bahwa serangan terhadap elemen resistensi di Irak gagal, sedangkan di Yaman “saudara-saudara kami teguh dan progresif, dan duniapun berbicara mengenai penghentian perang. Perkembangan kualitatif dalam pendirian Yaman dan kekuatannya dalam beberapa tahun terakhir merupakan bonus istimewa bagi Poros Resistensi di bawah kepemimpinan sosok muda (Sayid Abdul Malik al-Houthi) yang tulus dan bijaksana.”

Mengenai Israel dia mengatakan bahwa negara ilegal Zionis ini dirundung krisis politik dalam negeri sehingga tak sanggup membentuk pemerintahan akibat problema yang melilit Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Entitas (Zionis) telah berubah dari entitas berbasis ideologis menjadi entitas yang melayani kepentingan pribadi Netanyahu, ini mengkonfirmasi adanya problema kepemimpinan yang nyata, dan merupakan salah satu tanda kelemahan dan penurunan… manakala para pemuda Palestina dan Poros Resistensi mengalami pembaharuan,” katanya.

Sayid Nasrallah juga menyoal, “Peristiwa masuknya rudal ke Dimona menimbulkan dentuman besar di dalam entitas ini, lantas apakah Israel akan dapat berkonfrontasi jika terjadi perang besar di kawasan?” (mm/raialyoum)

Baca juga:

[Video] Hari Quds, Pesan Lengkap Ayatullah Khamenei dengan Bahasa Arab kepada Para Pemuda Arab

Hari Quds, Ayatullah Khamenei: Perimbangan Kekuatan Sudah Menguntungkan Palestina

DISKUSI: