Nasrallah: Kesyahidan Soleimani Buka Lembaran Sejarah Baru Timteng

0
159

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Libanon, Sayid Hassan Nasrallah, menyebut keterbunuhan Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam serangan udara AS, sebagai momen historis yang memisahkan dua fase di Timur Tengah.

“Kamis malam, Jumat malam, adalah tanggal yang menentukan antara dua fase di kawasan. Ini merupakan awal dari fase baru dan sejarah baru, bukan untuk Iran atau Irak saja, melainkan untuk seluruh kawasan ini,” tegas Nasrallah dalam pidato di Beirut, ibu kota Libanon, Ahad (5/1/2020), pada sebuah acara belasungkawa atas gugurnya Soleimani bersama pemimpin pasukan relawan Irak Abu Mahdi al-Muhandis.

Dia menambahkan, “Di AS tak ada tokoh sebanding dengan Soleimani, sepatunya saja setara dengan kepala (Presiden AS Donald) Trump.”

Baca: Shamkhani: Syahid Soleimani Lebih Berbahaya bagi AS daripada Jenderal Soleimani

Sayid Nasrallah juga menegaskan, “Pangkalan-pangkalan militer AS, kapal perang militer AS, setiap perwira AS di kawasan kita, tentara AS adalah orang yang membunuh orang-orang ini dan dialah yang harus membayar harganya….  kita bukan berhadapan dengan pembunuhan yang tak jelas, melainkan dengan kejahatan terbuka yang sangat jelas, karena orang yang memerintahkan dan melaksanakannya telah mengakuinya.”

Nasrallah mengatakan bahwa operasi pembunuhan ini terjadi “sedemikian konyol”  adalah karena dua faktor yang salah satunya adalah “kegagalan upaya-upaya pembunuhan sebelumnya”.

Baca: 170 Anggota Parlemen Irak Sepakat Usir Tentara AS

Dia menjelaskan bahwa sebelum serangan teror di Baghdad yang menggugurkan Soleimani dan beberapa orang yang menyertainya, termasuk al-Muhandis, upaya pembunuhan yang terakhir Soleimani terjadi di Kerman, Iran, di mana pemerintah Iran berhasil menggagalkannya serta menangkap sekelompok agen AS yang berniat melancarkan serangan teror yang dapat menewaskan 5000 orang di Husainiyah Kerman hanya demi membunuh Soleimani.

Adapun faktor kedua, lanjut Nasrallah, ialah serangkaian kondisi di kawasan Timteng dan kegagalan AS dalam perkembangan terakhir di Irak. Pembunuhan itu terjadi manakala Trump menyongsong pemilu presiden tanpa ada capaian apa pun dalam isu Iran, negara yang dia tekan habis-habisan dengan cara mundur dari perjanjian nuklir dan menerapkan embargo.

Sayid Nasrallah lantas menyebut beberapa contoh kegagalan agenda-agenda AS di Palestina, Libanon, Suriah, dan Irak berkat sepak terjang Jenderal Soleimani.

Baca: Komandan IRGC: Catat, Pembunuhan Soleimani adalah Awal Keterusiran AS!

Mengenai sosok Soleimani yang melegenda, Nasrallah menyarankan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompoe, “Duduklah besok di depan layar televisi untuk menyaksikan arak-arakan paelayat di Teheran, sebagaimana Anda menyaksikannya di Ahwaz dan Masyhad hari ini.” (mm/raialyoum)

DISKUSI: