Potret Ali Samkhani

Teheran, LiputanIslam.com –  Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani menyatakan bahwa AS dan kekuatan-kekuatan imperialis lainnya akan segera mengetahui bahwa kesyahidan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Qassem Soleimani lebih berbahaya bagi mereka daripada kehidupannya.

Dalam pertemuan dengan utusan khusus Presiden Suriah Mayjen Ali Mamlouk di Teheran, ibu kota Iran, Ahad (5/1/2020), Shamkhani menyinggung besarnya partisipasi rakyat Irak pada prosesi pengantaran jenazah Soleimani dan Abu Mahdi Al-Muhandis.

Dia juga menyinggung ketegasan parlemen Irak dalam mengeluarkan undang-undang untuk mengeluarkan pasukan AS Irak menyusul serangan AS yang menggugurkan Soleimani dan al-Muhandis.

Menurutnya, pemerintah dan parlemen Irak telah  berinisiatif sendiri untuk membalas AS dan menjadi tamparan bagi Presiden AS Donald Trump dan tim penjahatnya.

“Dengan adanya undang-udang ini maka eksistensi keberlanjutan AS di Irak yang tak ubahnya dengan pendudukan akan berakhir,” ujar Shamkhani.

Baca: 170 Anggota Parlemen Irak Sepakat Usir Tentara AS

Dia juga menegaskan bahwa pembalasan Iran atas pembunuhan Jenderal Soleimani akan dilakukan dengan cara militer, “namun tidak terbatas pada aksi militer”.

Di pihak lain, Ali Mamlouk mengatakan bahwa gugurnya Soleimani menambah erat jalinan hubungan Suriah dengan Iran, dan menjadi “pendahuluan bagi pembebasan Palestina”.

Baca: Komandan IRGC: Catat, Pembunuhan Soleimani adalah Awal Keterusiran AS!

“Soleimani adalah milik semua yang merdeka dan yang menentang ketidakadilan di dunia, dan tentu saja kesyahidannya merupakan awal dari pembebasan Palestina dan penghancuran entitas Israel,” ungkap Mamlouk.

Dia juga menegaskan, “Orang-orang Suriah, Lebanon, Irak, Yaman, dan Afghanistan merintih atas kesyahidan Soleimani, tidak kurang dari orang-orang Iran sendiri.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*