Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayjen Hossein Salami,  menegaskan bahwa serangan teror yang menewaskan komandan Pasukan Quds IRGC, Jenderal Soleimani, menandai titik awal tamatnya riwayat kebercokolan militer AS di kawasan Teluk Persia.

Dalam wawancara dengan Badan Penyiaran Republik Islam Iran, IRIB, Sabtu (4/1/2020), dia mengatakan, “Pembunuhan terhadap rekan, Qassem Soleimani, akan disusul dengan pembalasan strategis yang tentunya akan menyudahi kebercokolan AS di kawasan. Pembunuhan ini juga akan menciptakan energi baru secara spontan dalam geografi yang luas dan bertekadkan pembalasan telak. Pembalasan ini akan meluas dari waktu ke waktu dan dengan efek yang determinan.”

Menurut Mayjen Salami, Jenderal Soleimani merupakan sosok legendaris yang telah menjadi arsitek kekalahan strategis AS selama beberapa dekade terakhir.

“AS akhirnya tidak tahan dengan kehadiran karakter hebat ini di dunia dan dalam sejarah Islam,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa Soleimani tak pernah menghilang dari atmosfir perjuangan dan jihad selama 41 tahun, memiliki andil yang luar biasa dan berpengaruh di jantung semua konflik di mana salah satu pihaknya adalah AS atau sekutunya, dan tidak pernah membiarkan kebijakan lapangan dan strategis AS berjalan mulus di kawasan.

Baca: IRGC Incar Tel Aviv dan 35 Posisi Vital AS di Timur Tengah

Salami mengatakan, “Qassem Soleimani menempatkan entitas Zionis di ambang kematian dengan memperkuat kubu Palestina sehingga sekarang semua titik wilayah yang diduduki dan dikendalikan oleh Zionis berada di persimpangan api (senjata) berpresisi Palestina, api yang diproduksi di dalam Palestina dan berakurasi tinggi.

Dia menambahkan, “Pemimpin besar ini juga telah mengubah Hizbullah Libanon menjadi kekuatan besar di kawasan sehingga menjadi angka pelik dalam perimbangan regional dan dalam perhitungan AS dan Zionis.”

Baca: Hizbullah Irak: Jauhi Pangkalan AS Sejarak Seribu Meter

Komandan IRGC memastikan bahwa alih-alih terusik oleh ketiadaan Jenderal Soleimani, Poros Resistensi justru semakin solid.

“Pembunuhan Soleimani adalah titik awal bagi keberakhiran eksistensi AS di kawasan, pernyataan ini harus dicatat, agar semua orang nanti melihatnya,” sumbar Salami. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*