Nasrallah: Kami akan Terus Menghadang Proyek AS dan Israel

0
87

Beirut, LiputanIslam.com  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah kembali menegaskan kebijakan dan tekad kelompok pejuang Hizbullah terkait dengan sengketa perbatasan laut antara Lebanon dan Rezim Zionis Israel.

“Kami akan memberi sedikit waktu untuk urusan demarkasi perbatasan guna melihat ke mana arahnya. AS harus memperhatikan permainan waktu dan mengetahui bahwa sikap pemerintah (Lebanon) dan kubu resistensi dalam masalah demarkasi perbatasan laut adalah satu, ” kata Sayid Nasrallah dalam pidato pada malam kelima peringatan Asyura, Selasa (2/8).

“Waktunya sudah mepet, dan kami akan bertindak sesuai respon,” imbuhnya.

Hari itu pula, media Israel mengutip pernyataan seorang pejabat senior Israel di sektor gas bahwa “perjanjian demarkasi perbatasan laut yang terbentuk dengan Lebanon” merupakan “tindakan menyerah sepenuhnya dari pihak Israel.”

Media Israel menyebutkan bahwa “perjanjianyang mulai terbentuk sekarang adalah penyerahan penuh ke Lebanon oleh Perdana Menteri Yair Lapid, dan Menteri Pertahanan Benny Gantz,” dan bahwa “menyerahnya Israel adalah kemenangan besar bagi Sekjen Hizbullah”.

Sehari sebelumnya sumber diplomatik Libanon menegaskan bahwa Libanon menolak tawaran Israel agar Beirut mengabaikan tuntutannya atas Blok No. 8 di utara jalur ke-23, dengan imbalan kesediaan Israel mengabaikan tuntutannya atas ladang gas Qana.

Sayid Nasrallah juga mengatakan, “Bahan bakar Iran akan mencapai pelabuhan Lebanon, tidak seperti solar yang ke Baniyas Suriah, dan semua ini dimulai dari keputusan resmi Lebanon.”

Menteri Energi Lebanon Walid Fayad kepada wartawan mengatakan,“Kami berbicara dengan (mediator AS, Amos) Hochstein tentang bahan bakar Iran, dan saya jujur mengatakan kepadanya ​​bahwa saya mendukung pengiriman listrik ke Lebanon, dan saya tidak dapat menolak sumbangan apa pun dalam hal ini.”

Dia menyebut tawaran Iran untuk memasok bahan bakar ke Lebanon sebagai “proposal serius dan di atas berkas resmi.”

Dalam wawancara dengan Al-Mayadeen beberapa waktu lalu, Sayid Nasrallah menyatakan kesiapannya “mendatangkan bahan bakar Iran ke pembangkit listrik Lebanon secara cuma-cuma jika pemerintah Lebanon menyetujuinya.”

Pada pidato Selasa kemarin, Sayid Nasrallah menegaskan bahwa kubu resistensi Lebanon akan terus berjuang menghadang agenda keji AS dan Israel.

“Selagi masih ada proyek AS dan Israel, kami akan menghadapinya pada semua aspek militer, keamanan, kebudayaan dan sosial,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, “Dalam beberapa tahun terakhir ini Washington mulai menerapkan sanksi-sanksi dengan berbagai label dengan tujuan menekan Lebanon. Hizbullah akan terus mencari solusi, dan tak akan membiarkan mereka menyeret negara ini kepada perang saudara.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Lebanon Tolak Tawaran Israel Soal Demarkasi Perbatasan

Lebanon Tak Bisa Tolak Tawaran Minyak Iran

DISKUSI: