Lebanon Tolak Tawaran Israel Soal Demarkasi Perbatasan

0
190

Beirut, LiputanIslam.com   Sebuah sumber diplomatik Lebanon menyatakan Lebanon menolak tawaran Israel agar Beirut melepaskan bagian dari Blok 8 di utara Jalur 23″, dengan imbalan “Israel melepaskan ladang gas Qana.”

Sumber itu, Senin (1/8), mengatakan kepada kantor berita Sputnik Rusia; “Tawaran Israel mencanangkan pelepasan ladang Qana oleh Israel sebagai imbalan atas pelepasan Libanon wilayah utara Jalur 23, khususnya bagian barat-selatan Blok 8.”

Dia menjelaskan bahwa “tawaran Israel ini ditolak oleh Beirut,” dan  “Lebanon terjebak di ladang Qana dan menolak untuk menyerahkan di Blok No. 8 barang  satu meter persegi.”

Ahad lalu, mediator AS Amos Hochstein tiba di Beirut untuk menyelesaikan negosiasi tentang demarkasi perbatasan laut antara Lebanon dan Israel, sementara pembicaraan dimulai pada hari Senin.

Koresponden Al-Mayadeen melaporkan bahwa pertemuan Hochstein dengan tiga pemimpin Lebanon berakhir namun  “tidak ada kesepakatan sampai sekarang, melainkan berbicara tentang perlunya lebih banyak waktu.”

Sumber-sumber Lebanon mengatakan kepada wartawan Al-Mayadeen bahwa mediator Amerika, Hochstein, “ingin mencapai solusi cepat sebelum akhir musim panas,” dan bahwa “atmosfer yang dibawanya adalah positif.”

Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa Rezim Zionis menekan AS agar mencapai kesepakatan sebelum ekstraksi gas dari ladang Karish dimulai pada kuartal terakhir tahun ini.

Beberapa hari lalu, Tel Aviv mengajukan proposal ke AS dan menyatakan kesediaannya untuk membuat konsesi mengenai wilayah sengketa dengan Lebanon.

Situs berita Israel Yediot Ahronoth melaporkan Israel optimis mengenai negosiasi perbatasan laut dengan Lebanon.

Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon Ahad lalu merilis video yang menampilkan koordinat anjungan gas Rezim Zionis di lepas pantai Palestina pendudukan 1948. Video ini diberi judul bernada ancaman terhadap Israel: “(Kalian) ada dalam bidikan kami… Percuma Mengulur Waktu”.

Beberapa waktu lalu, pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan, “Ketika segala sesuatunya menemui jalan buntu, kami tidak hanya akan berdiri di hadapan Karish… Tandai kata-kata ini: kami akan mencapai Karish, di luar Karish, dan di luar, di luar Karish.” (mm/almayadeen)

Baca juga:

Hizbullah Rilis Video Ancaman, Ini Komentar Media Israel

Soal Karish, Sayid Nasrallah: Kami akan Bertindak Sesuai Hasil Negosiasi Lebanon-Israel

DISKUSI: